Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Bengkulu
»
Rumah Adat


Rumah Bubungan Lima, Warisan Budaya Suku Rejang Bengkulu yang Sarat Makna

Foto: Struktur Tahan Gempa: Dibangun sebagai rumah panggung dengan konstruksi kayu lentur yang efektif meredam getaran.
Warta Konsumen Indonesia

Bengkulu, Indonesianer.com -- Rumah Adat Bubungan Lima adalah rumah panggung tradisional khas Provinsi Bengkulu. Desainnya ditopang oleh tiang-tiang setinggi sekitar 1,8 meter, terbuat dari kayu kuat, serta memiliki atap bertingkat lima. Fungsi utamanya bukan sebagai hunian harian, melainkan untuk menggelar upacara adat, pernikahan, dan penyambutan tamu.

Di tengah bentang alam Bengkulu yang didominasi perbukitan hijau, hutan tropis, dan wilayah pesisir Samudra Hindia, tersimpan sebuah warisan budaya yang menjadi simbol identitas masyarakat setempat. Warisan itu adalah Rumah Bubungan Lima, rumah adat yang sejak lama dikenal sebagai salah satu ikon budaya Provinsi Bengkulu. Bangunan tradisional ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan representasi nilai-nilai sosial, filosofi hidup, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat, terutama Suku Rejang yang merupakan salah satu kelompok etnis terbesar di Bengkulu.

Keunikan Rumah Bubungan Lima terlihat sejak pandangan pertama. Bentuk atapnya yang menjulang dengan kemiringan khas menciptakan siluet yang mudah dikenali. Struktur rumah panggung yang kokoh memperlihatkan kemampuan masyarakat lokal dalam beradaptasi dengan lingkungan tropis yang lembap dan curah hujan yang tinggi. Di balik bentuknya yang sederhana, rumah adat ini menyimpan berbagai makna yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan kehidupan sosial dalam masyarakat tradisional Bengkulu.

Dalam perkembangan zaman, Rumah Bubungan Lima tidak lagi banyak digunakan sebagai tempat tinggal sehari-hari. Namun keberadaannya tetap menjadi simbol penting yang hadir dalam berbagai kegiatan adat, acara budaya, hingga promosi pariwisata daerah. Rumah ini menjadi pengingat bahwa identitas budaya tidak hanya tersimpan dalam cerita dan tradisi lisan, tetapi juga dalam bentuk arsitektur yang mampu bertahan melintasi generasi.

Arsitektur Tradisional yang Dibangun dengan Kearifan Lokal

Sebagai rumah adat Bengkulu yang paling dikenal, Rumah Bubungan Lima memiliki karakteristik arsitektur yang unik. Nama “Bubungan Lima” merujuk pada bentuk atapnya yang terdiri atas lima bidang bubungan atau pertemuan bidang atap. Desain tersebut menciptakan tampilan yang khas sekaligus berfungsi sebagai penyesuaian terhadap kondisi iklim tropis yang banyak menerima hujan sepanjang tahun.

Rumah ini dibangun dalam bentuk panggung dengan tiang-tiang kayu yang menopang seluruh bangunan. Lantai rumah berada beberapa meter di atas permukaan tanah. Model rumah panggung seperti ini umum ditemukan di berbagai wilayah Nusantara karena memiliki banyak manfaat praktis. Selain melindungi penghuni dari kelembapan tanah, struktur panggung juga membantu mengurangi risiko gangguan binatang liar serta memberikan sirkulasi udara yang lebih baik.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua