Di antara deretan situs bersejarah yang tersebar di Dataran Prambanan, terdapat sebuah candi yang memiliki kedudukan sangat penting dalam sejarah perkembangan agama Buddha di Jawa Kuno. Candi tersebut adalah Candi Kalasan, sebuah bangunan yang berdiri di tepi jalur utama antara Yogyakarta dan Surakarta, tepatnya di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sekilas, Candi Kalasan mungkin tidak semegah Borobudur atau seluas kompleks Candi Sewu. Namun bagi para arkeolog dan sejarawan, situs ini memiliki nilai yang sangat istimewa. Candi Kalasan merupakan salah satu candi Buddha tertua yang diketahui secara pasti tanggal pembangunannya melalui sumber prasasti. Keberadaannya memberikan informasi penting mengenai awal berkembangnya Dinasti Syailendra, salah satu wangsa paling berpengaruh dalam sejarah Jawa Kuno.
Selain nilai sejarahnya, Candi Kalasan juga terkenal karena keindahan arsitektur dan ornamen yang menghiasi hampir seluruh bagian bangunan. Relief-relief halus, pahatan makhluk surgawi, serta sisa lapisan plester kuno yang masih dapat ditemukan hingga sekarang menunjukkan tingkat kemampuan seni bangun yang sangat tinggi pada abad ke-8 Masehi.
Selama lebih dari seribu tahun, candi ini telah menyaksikan perubahan zaman, pergantian kerajaan, hingga perkembangan masyarakat modern di sekitarnya. Meski sebagian bangunannya mengalami kerusakan akibat usia dan berbagai peristiwa alam, Candi Kalasan tetap berdiri sebagai salah satu saksi penting kejayaan peradaban Nusantara.
Jejak Awal Dinasti Syailendra di Tanah Jawa
Sejarah Candi Kalasan dapat diketahui dengan cukup jelas berkat keberadaan Prasasti Kalasan yang bertarikh tahun 778 Masehi. Prasasti yang ditulis dalam bahasa Sanskerta dan menggunakan aksara Pranagari tersebut merupakan salah satu sumber sejarah terpenting dari masa Mataram Kuno.
Museum
29 Mei 2026, 15:43 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:32 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:22 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:15 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:08 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:00 WIB
Perspektif
28 Mei 2026, 17:16 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:57 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:54 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:53 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:52 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:51 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:48 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:45 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:44 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:43 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:42 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:34 WIB