Tidak seperti Borobudur yang disebut dalam beberapa sumber sejarah dan tidak seperti Mendut yang dikaitkan dengan Prasasti Karangtengah tahun 824 Masehi, informasi mengenai Candi Pawon relatif lebih terbatas. Hingga kini belum ditemukan prasasti yang secara langsung menyebutkan nama asli bangunan tersebut.
Meski demikian, berdasarkan gaya arsitektur dan kesamaan unsur seni bangunannya, para ahli umumnya sepakat bahwa Pawon dibangun pada masa yang sama dengan Mendut dan Borobudur, yaitu sekitar abad ke-8 hingga awal abad ke-9 Masehi pada masa kejayaan Wangsa Syailendra.
Nama Pawon sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti dapur. Sebagian peneliti menduga nama tersebut muncul jauh setelah masa pembangunan candi dan tidak berkaitan dengan fungsi aslinya. Ada pula pendapat yang menghubungkan istilah tersebut dengan kata awu yang berarti abu, sehingga memunculkan dugaan bahwa bangunan ini pernah digunakan untuk menyimpan abu jenazah tokoh penting. Namun hingga kini tidak ada bukti arkeologis yang cukup kuat untuk memastikan teori tersebut.
Yang lebih menarik adalah posisi geografis Pawon yang berada tepat di antara Mendut dan Borobudur. Jaraknya sekitar 1,7 kilometer dari Mendut dan sekitar 1,2 kilometer dari Borobudur. Ketiga bangunan tersebut membentuk jalur yang hingga kini masih digunakan dalam prosesi Hari Raya Waisak.
Dalam perayaan Waisak modern, ribuan umat Buddha melakukan perjalanan ritual dari Mendut menuju Pawon dan kemudian berakhir di Borobudur. Tradisi ini sering dianggap sebagai kelanjutan dari konsep spiritual yang telah ada sejak masa pembangunan ketiga candi tersebut, meskipun bentuk ritual pada masa kuno tidak dapat diketahui secara pasti.
Beberapa ahli berpendapat bahwa jalur Mendut–Pawon–Borobudur melambangkan perjalanan spiritual menuju pencerahan. Dalam interpretasi ini, Mendut berfungsi sebagai titik awal pembelajaran, Pawon sebagai tahap penyucian diri, dan Borobudur sebagai simbol pencapaian kesempurnaan spiritual. Meski interpretasi tersebut tidak dapat dibuktikan sepenuhnya melalui sumber tertulis, susunan geografis dan hubungan arsitektural ketiga candi mendukung adanya keterkaitan konseptual yang kuat.
Museum
29 Mei 2026, 15:43 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:32 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:22 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:15 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:08 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:00 WIB
Perspektif
28 Mei 2026, 17:16 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:57 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:54 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:53 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:52 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:51 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:48 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:45 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:44 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:43 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:42 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:34 WIB