Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Arkeologi
»
Detail Berita


Menelusuri Candi Kalasan, Jejak Awal Warisan Dinasti Syailendra yang Memukau

Foto: Selama lebih dari seribu tahun, candi ini telah menyaksikan perubahan zaman, pergantian kerajaan, hingga perkembangan masyarakat modern di sekitarnya.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Sleman, Indonesianer.com -- Candi Kalasan atau Candi Kalibening merupakan sebuah Bangunan Cagar Budaya yang dikategorikan sebagai candi umat Buddha. Candi ini terletak di Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

Di antara deretan situs bersejarah yang tersebar di Dataran Prambanan, terdapat sebuah candi yang memiliki kedudukan sangat penting dalam sejarah perkembangan agama Buddha di Jawa Kuno. Candi tersebut adalah Candi Kalasan, sebuah bangunan yang berdiri di tepi jalur utama antara Yogyakarta dan Surakarta, tepatnya di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sekilas, Candi Kalasan mungkin tidak semegah Borobudur atau seluas kompleks Candi Sewu. Namun bagi para arkeolog dan sejarawan, situs ini memiliki nilai yang sangat istimewa. Candi Kalasan merupakan salah satu candi Buddha tertua yang diketahui secara pasti tanggal pembangunannya melalui sumber prasasti. Keberadaannya memberikan informasi penting mengenai awal berkembangnya Dinasti Syailendra, salah satu wangsa paling berpengaruh dalam sejarah Jawa Kuno.

Selain nilai sejarahnya, Candi Kalasan juga terkenal karena keindahan arsitektur dan ornamen yang menghiasi hampir seluruh bagian bangunan. Relief-relief halus, pahatan makhluk surgawi, serta sisa lapisan plester kuno yang masih dapat ditemukan hingga sekarang menunjukkan tingkat kemampuan seni bangun yang sangat tinggi pada abad ke-8 Masehi.

Selama lebih dari seribu tahun, candi ini telah menyaksikan perubahan zaman, pergantian kerajaan, hingga perkembangan masyarakat modern di sekitarnya. Meski sebagian bangunannya mengalami kerusakan akibat usia dan berbagai peristiwa alam, Candi Kalasan tetap berdiri sebagai salah satu saksi penting kejayaan peradaban Nusantara.

Jejak Awal Dinasti Syailendra di Tanah Jawa

Sejarah Candi Kalasan dapat diketahui dengan cukup jelas berkat keberadaan Prasasti Kalasan yang bertarikh tahun 778 Masehi. Prasasti yang ditulis dalam bahasa Sanskerta dan menggunakan aksara Pranagari tersebut merupakan salah satu sumber sejarah terpenting dari masa Mataram Kuno.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Baca Juga

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Berita Lainnya

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua