Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Arkeologi
»
Detail Berita


Candi Sojiwan, Harmoni Buddha dan Relief Kisah Moral Kuno

Foto: Berbeda dengan banyak candi lain yang lebih banyak menampilkan kisah keagamaan atau tokoh-tokoh mitologis, relief Sojiwan terkenal karena menggambarkan cerita-cerita moral yang berasal dari tradisi Buddhis.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Sejarah Candi Sojiwan belum sepenuhnya terungkap karena tidak ditemukan prasasti yang secara langsung menjelaskan waktu pembangunannya. Namun berdasarkan kajian arsitektur, gaya relief, dan berbagai temuan arkeologi, para ahli memperkirakan bahwa candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 Masehi.

Periode tersebut merupakan masa ketika agama Buddha dan Hindu berkembang secara berdampingan di wilayah Mataram Kuno. Berbagai candi besar seperti Candi Sewu, Plaosan, Kalasan, dan Prambanan dibangun dalam rentang waktu yang relatif berdekatan. Keberadaan Sojiwan di tengah kawasan tersebut menunjukkan bahwa bangunan ini merupakan bagian dari jaringan pusat keagamaan yang berkembang di Dataran Prambanan.

Berdasarkan karakter arsitekturnya, Sojiwan dikategorikan sebagai candi Buddha Mahayana. Bentuk bangunannya memiliki sejumlah kemiripan dengan candi-candi Buddha lainnya di Jawa Tengah, meskipun tampil dengan gaya yang lebih sederhana dibandingkan Borobudur atau Sewu.

Nama "Sojiwan" sendiri diyakini berasal dari istilah yang telah digunakan masyarakat setempat selama berabad-abad. Namun asal-usul pasti nama tersebut masih menjadi bahan kajian para peneliti. Seperti banyak situs kuno lainnya di Jawa, sebagian informasi mengenai sejarah awal candi telah hilang seiring berjalannya waktu.

Meski demikian, berbagai temuan arkeologi menunjukkan bahwa Sojiwan pernah menjadi pusat kegiatan keagamaan yang cukup penting. Tata ruang bangunannya dirancang dengan orientasi dan simbolisme yang mencerminkan konsep kosmologi Buddha. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan candi dilakukan dengan perencanaan yang matang dan melibatkan pemahaman mendalam mengenai ajaran agama.

Perjalanan panjang Candi Sojiwan tidak selalu berjalan mulus. Selama berabad-abad, bangunan ini mengalami kerusakan akibat faktor alam, pelapukan, serta gempa bumi. Salah satu peristiwa yang berdampak besar adalah gempa Yogyakarta tahun 2006 yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian candi.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Baca Juga

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Berita Lainnya

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua