Di kalangan masyarakat adat Lampung, alat musik ini juga dikenal dengan nama Gamolan Pekhing. Sebutan "Pekhing" mengacu pada jenis bambu tertentu yang memiliki karakter suara paling baik sehingga sering digunakan sebagai bahan utama pembuatan instrumen tersebut. Bambu dipilih bukan hanya karena mudah diperoleh, tetapi juga memiliki kualitas resonansi alami yang menghasilkan bunyi hangat dan khas.
Banyak peneliti budaya meyakini bahwa Gamolan merupakan salah satu alat musik bambu tertua di Indonesia. Bahkan sejumlah kajian menyebutkan bahwa usianya diperkirakan telah mencapai ratusan tahun dan berkembang jauh sebelum masuknya pengaruh alat musik logam seperti gamelan Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Lampung telah memiliki tradisi musikal yang maju sejak masa lampau.
Proses pembuatan Gamolan membutuhkan ketelitian tinggi. Pengrajin harus memilih bambu yang telah cukup umur agar menghasilkan nada stabil. Setelah ditebang, bambu biasanya dikeringkan terlebih dahulu selama beberapa minggu hingga kadar airnya berkurang. Tahapan ini sangat penting karena bambu yang masih basah akan mudah berubah bentuk dan memengaruhi kualitas suara.
Setelah proses pengeringan selesai, bambu dipotong menjadi bilah-bilah dengan ukuran berbeda sesuai tinggi rendah nada yang diinginkan. Setiap bilah kemudian dipahat secara hati-hati hingga menghasilkan frekuensi tertentu. Pengrajin biasanya mengandalkan pengalaman dan ketajaman pendengaran ketika menyetem nada. Meskipun kini tersedia alat pengukur frekuensi modern, banyak pembuat Gamolan tradisional tetap mempertahankan metode manual yang diwariskan secara turun-temurun.
Bilah-bilah bambu tersebut kemudian disusun berurutan di atas rangka menggunakan tali rotan atau bahan pengikat lain yang cukup lentur. Susunan ini memungkinkan bilah bergetar secara bebas ketika dipukul sehingga menghasilkan resonansi yang optimal.
Secara visual, Gamolan memiliki tampilan yang sederhana tetapi elegan. Warna alami bambu berpadu dengan ukiran khas Lampung pada bagian rangkanya membuat alat musik ini memiliki nilai estetika tinggi. Tidak sedikit Gamolan yang dihiasi motif tapis, sulur tanaman, atau ornamen tradisional yang menjadi ciri khas seni rupa Lampung.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB