Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Musik Tradisional
»
Detail Berita


Mengenal Calung, Alat Musik Tradisional Bambu dari Tatar Sunda

Foto: Berbeda dengan angklung yang digoyangkan, calung dimainkan dengan cara dipukul pada bilah-bilah bambunya menggunakan pemukul khusus
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Dalam tradisi lama, bunyi bambu dipercaya mampu menghadirkan suasana gembira sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat. Pertunjukan calung sering dimainkan saat pesta panen, hajatan, atau perayaan kampung. Musik yang dihasilkan sederhana tetapi penuh semangat sehingga mudah dinikmati oleh berbagai kalangan.

Nama "calung" sendiri berasal dari alat musik bambu yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan pemukul khusus. Berbeda dengan angklung yang dibunyikan melalui gerakan menggoyangkan rangka bambu, calung menghasilkan nada ketika bilah atau tabung bambunya dipukul. Perbedaan teknik bermain inilah yang membuat karakter suara kedua alat musik tersebut cukup berbeda meskipun sama-sama menggunakan bahan utama bambu.

Dalam perkembangannya, calung mengalami banyak inovasi. Dahulu bentuknya lebih sederhana dan dimainkan secara berkelompok dalam format tradisional. Seiring waktu, para seniman mulai mengembangkan ukuran, jumlah nada, hingga sistem penyetelan agar dapat memainkan lagu-lagu yang lebih beragam.

Secara umum terdapat dua jenis calung yang dikenal masyarakat Sunda. Pertama adalah calung rantay, yaitu susunan tabung bambu yang dirangkai memanjang dan biasanya dimainkan sambil duduk. Bentuk ini dianggap sebagai model yang paling tua dan masih banyak ditemukan pada kelompok seni tradisional. Kedua adalah calung jinjing yang lebih modern. Sesuai namanya, alat musik ini dapat dibawa atau dijinjing ketika dimainkan sehingga memberikan keleluasaan bergerak kepada para pemain.

Popularitas calung jinjing meningkat pesat sejak pertengahan abad ke-20 karena lebih praktis untuk dipentaskan. Pertunjukan menjadi lebih dinamis dan atraktif karena para pemain dapat berjalan, menari, bahkan berinteraksi langsung dengan penonton. Inovasi tersebut membuat calung semakin diterima sebagai hiburan masyarakat luas.

Satu set calung biasanya terdiri atas beberapa instrumen dengan fungsi berbeda. Ada calung melodi yang memainkan lagu utama, calung pengiring yang membentuk harmoni, hingga bagian ritmis yang menjaga tempo permainan. Keseluruhannya menghasilkan perpaduan bunyi yang kaya meskipun hanya berasal dari bahan bambu.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Tag Berita :

Sorotan


Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Baca Juga

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Berita Lainnya

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Menyusuri Keindahan Desa Wisata Jawai Laut, Permata Bahari Kabupaten Sambas

Menyusuri Keindahan Desa Wisata Jawai Laut, Permata Bahari Kabupaten Sambas

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua