Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Bali
»
Purbakala


Situs Purbakala Gilimanuk, Jejak Peradaban Awal di Ujung Barat Pulau Bali

Foto: Berada persis di kawasan Teluk Gilimanuk dan termasuk dalam wilayah Taman Nasional Bali Barat. Lokasinya sangat dekat dari Pelabuhan Gilimanuk Bali.
Pedoman Media Siber

Jembrana, Indonesianer.com -- Situs Purbakala Gilimanuk adalah kawasan cagar budaya masa prasejarah (Masa Perundagian) yang terletak di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali. Terkenal dengan tradisi penguburan tempayan, situs ini menyimpan ratusan kerangka manusia purba beserta artefak seperti gerabah, manik-manik, perhiasan emas, dan perunggu yang berusia sekitar 2.000 tahun.

Di balik ramainya lalu lintas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, tersimpan salah satu situs arkeologi terpenting di Pulau Bali. Banyak orang mengenal Gilimanuk sebagai gerbang utama menuju Pulau Dewata dari Pulau Jawa, tetapi tidak banyak yang mengetahui bahwa kawasan ini juga menyimpan jejak kehidupan manusia yang telah berlangsung lebih dari dua ribu tahun silam. Jejak tersebut ditemukan dalam bentuk kompleks penguburan kuno, rangka manusia, peralatan hidup, hingga berbagai artefak yang menjadi bukti berkembangnya sebuah komunitas prasejarah di pesisir Teluk Gilimanuk.

Situs Purbakala Gilimanuk merupakan salah satu penemuan arkeologi paling penting di Bali karena memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat pada masa prasejarah akhir di kawasan ini. Temuan-temuan dari situs tersebut memperlihatkan bahwa wilayah Gilimanuk pernah menjadi permukiman yang cukup maju pada zamannya. Kehidupan masyarakatnya tidak hanya ditandai oleh aktivitas sehari-hari, tetapi juga oleh tradisi penguburan yang kompleks, penggunaan berbagai peralatan, serta kemampuan mengolah bahan dari batu, tanah liat, logam, dan kerang.

Keberadaan situs ini memperkaya pemahaman mengenai sejarah awal Bali, terutama pada masa ketika tradisi tulis belum berkembang. Informasi mengenai kehidupan masyarakat saat itu diperoleh melalui penelitian arkeologi terhadap benda-benda yang tersimpan di dalam tanah selama berabad-abad. Karena itulah, Situs Purbakala Gilimanuk menjadi salah satu sumber utama untuk memahami perjalanan panjang peradaban manusia di Pulau Bali.

Penemuan situs ini bermula pada tahun 1962 ketika pembangunan jalan di kawasan hutan Cekik menuju Singaraja secara tidak sengaja mengungkap berbagai benda kuno. Penemuan tersebut kemudian menarik perhatian para arkeolog yang melakukan penelitian lebih lanjut. Sejak ekskavasi pertama pada 1963 hingga berbagai penelitian berikutnya, ditemukan hampir 140 rangka manusia beserta beragam bekal kubur dan artefak lainnya. Hasil penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa kawasan ini memang pernah dihuni oleh masyarakat prasejarah.

Berbeda dengan banyak situs prasejarah lain di Indonesia yang hanya menghasilkan sejumlah kecil artefak, Situs Gilimanuk memberikan informasi yang jauh lebih lengkap. Selain rangka manusia, para peneliti menemukan berbagai jenis tembikar, manik-manik, gelang dari kerang, alat batu, alat logam, sarkofagus, hingga berbagai wadah yang diduga berkaitan dengan tradisi penguburan. Kekayaan temuan tersebut membuat Gilimanuk menjadi salah satu situs arkeologi paling representatif untuk mempelajari kehidupan masyarakat prasejarah di Bali.

Kompleks Penguburan Kuno yang Menyimpan Kisah Peradaban

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Fauna

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Flora

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata

Pilihan Redaksi

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata

Desa Wisata Botubarani, Destinasi Ekowisata di Tepi Teluk Tomini Gorontalo

Desa Wisata Botubarani, Destinasi Ekowisata di Tepi Teluk Tomini Gorontalo

Desa Wisata

Baca Juga

Desa Wisata Sanankerto, Oase Alami di Jalur Wisata Pantai Selatan Malang

Desa Wisata Sanankerto, Oase Alami di Jalur Wisata Pantai Selatan Malang

Desa Wisata

Desa Wisata Krebet Yogyakarta, Kampung yang Menjaga Tradisi Batik Kayu

Desa Wisata Krebet Yogyakarta, Kampung yang Menjaga Tradisi Batik Kayu

Desa Wisata

Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia

Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia

Peristiwa

Geopark Natuna, Jejak Geologi Purba di Gerbang Utara Indonesia

Geopark Natuna, Jejak Geologi Purba di Gerbang Utara Indonesia

Geoheritage

Situs Song Terus Pacitan, Menelusuri Jejak Kehidupan Manusia Purba di Kawasan Karst Gunung Sewu

Situs Song Terus Pacitan, Menelusuri Jejak Kehidupan Manusia Purba di Kawasan Karst Gunung Sewu

Purbakala

Berita Lainnya

Menyelami Adat dan Budaya Maluku Utara, Merawat Jejak Kesultanan Rempah

Menyelami Adat dan Budaya Maluku Utara, Merawat Jejak Kesultanan Rempah

Tradisi

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Purbakala

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua