Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Rumah Adat
»
Detail Berita


Imah Jolopong, Kearifan Arsitektur Sunda yang Tetap Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Foto: Imah Jolopong merupakan salah satu bentuk rumah tradisional yang paling dikenal dalam kebudayaan Sunda.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Kemiringan atap memungkinkan air hujan mengalir dengan cepat sehingga tidak menggenang di bagian atas bangunan. Selain itu, ruang kosong di bawah atap membantu sirkulasi udara berlangsung lebih baik. Udara panas dapat naik ke bagian atas sehingga suhu di dalam rumah tetap terasa sejuk meskipun tanpa bantuan teknologi pendingin modern.

Pada masa lalu, bahan bangunan yang digunakan umumnya berasal dari lingkungan sekitar. Struktur utama rumah dibuat dari kayu, sementara dindingnya menggunakan bilik bambu yang dianyam. Atap biasanya memanfaatkan ijuk, daun kirai, atau bahan alami lain yang mudah ditemukan di sekitar permukiman. Pemanfaatan material lokal ini menunjukkan kemampuan masyarakat Sunda dalam mengoptimalkan sumber daya alam tanpa merusak keseimbangan lingkungan.

Imah Jolopong juga termasuk rumah panggung, meskipun tidak setinggi rumah panggung yang ditemukan di beberapa daerah lain di Indonesia. Lantai rumah dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah dengan ditopang oleh sejumlah tiang. Konstruksi semacam ini memiliki banyak manfaat. Selain melindungi penghuni dari kelembapan tanah, rumah panggung juga membantu mengurangi risiko kerusakan akibat genangan air saat musim hujan.

Ruang kosong di bawah rumah memungkinkan udara mengalir lebih bebas sehingga membantu menjaga kondisi bangunan tetap kering. Pada masa lalu, area ini juga sering dimanfaatkan untuk menyimpan peralatan pertanian, kayu bakar, atau berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

Keunikan lain terlihat pada tata ruangnya yang sederhana namun efektif. Rumah adat Sunda umumnya dibagi menjadi beberapa bagian utama sesuai fungsi masing-masing. Bagian depan berfungsi sebagai ruang penerima tamu sekaligus area berkumpul. Bagian tengah menjadi ruang keluarga dan tempat beristirahat, sedangkan bagian belakang digunakan sebagai dapur dan area pendukung aktivitas domestik.

Pembagian ruang tersebut mencerminkan pola kehidupan masyarakat Sunda yang mengutamakan kebersamaan keluarga sekaligus menjaga tata krama dalam hubungan sosial. Tamu yang datang diterima di bagian depan, sementara area keluarga tetap memiliki tingkat privasi yang memadai.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Raja Bima Asi Mbojo, Simbol Kesultanan di Pulau Sumbawa

Istana Nusantara

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Saoraja Lapinceng, Istana Kerajaan Bone yang Bersejarah

Istana Nusantara

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Balla Lompoa, Pusat Kerajaan Gowa yang Sarat Tradisi

Istana Nusantara

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Dalam Loka Sumbawa, Istana Kayu Terbesar Kebanggaan Nusa Tenggara Barat

Istana Nusantara

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Istana Nusantara

Pilihan Redaksi

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Istana Nusantara

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Istana Nusantara

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Budaya

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Budaya

Baca Juga

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Budaya

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Festival Budaya

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Festival Budaya

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Budaya

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Geopark

Berita Lainnya

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Geopark

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Budaya

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Budaya

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Peristiwa

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua