Di wilayah Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, berdiri sebuah candi yang menjadi salah satu mahakarya seni pahat dari masa Kerajaan Singhasari. Candi Jago dikenal bukan karena ukurannya yang besar, melainkan karena kekayaan reliefnya yang luar biasa. Dinding-dinding candi ini dipenuhi pahatan cerita yang menggambarkan ajaran moral, nilai keagamaan, serta pandangan hidup masyarakat Jawa pada abad ke-13. Kehalusan pengerjaan dan keragaman kisah yang ditampilkan menjadikan Candi Jago sebagai salah satu situs arkeologi paling penting dalam memahami perkembangan seni dan budaya Jawa Timur pada masa Hindu-Buddha.
Nama "Jago" merupakan bentuk singkatan dari "Jajaghu", nama yang disebut dalam sumber sejarah kuno. Candi ini dibangun sebagai tempat pendharmaan Raja Wisnuwardhana, penguasa Kerajaan Singhasari yang wafat pada tahun 1268 M. Dalam kitab Negarakertagama, disebutkan bahwa bangunan ini didirikan sebagai penghormatan kepada sang raja yang setelah wafat dipuja dalam bentuk perwujudan religius sesuai tradisi kerajaan pada masa itu.
Meskipun kini bagian atas bangunan tidak lagi utuh, struktur yang tersisa masih menunjukkan keagungan arsitektur masa Singhasari. Candi ini memiliki bentuk bertingkat dengan kaki bangunan yang cukup luas dan dihiasi deretan relief yang sangat rinci. Banyak ahli arkeologi menganggap Candi Jago sebagai salah satu contoh terbaik perpaduan antara seni arsitektur dan seni naratif dalam sejarah Indonesia.
Keistimewaan lain dari Candi Jago adalah keberadaan unsur Hindu dan Buddha yang hadir secara bersamaan. Hal ini mencerminkan perkembangan kehidupan keagamaan di Jawa Timur pada masa Singhasari, ketika berbagai ajaran dapat hidup berdampingan dan saling memengaruhi. Dari sisi sejarah budaya, Candi Jago menjadi bukti penting tentang toleransi dan sinkretisme yang berkembang pada masa itu.
Monumen Raja Wisnuwardhana dan Warisan Singhasari
Candi Jago dibangun pada masa ketika Kerajaan Singhasari berada dalam fase perkembangan yang pesat. Wisnuwardhana merupakan salah satu penguasa penting yang berhasil menjaga stabilitas kerajaan dan memperkuat fondasi yang kemudian memungkinkan Singhasari berkembang menjadi kekuatan besar di Jawa Timur.
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:12 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:11 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:10 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
16 Jun 2026, 22:00 WIB
Geopark
16 Jun 2026, 17:43 WIB
Geosite
15 Jun 2026, 20:28 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Peristiwa
15 Jun 2026, 6:08 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:59 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:58 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:51 WIB
Festival Budaya
14 Jun 2026, 12:50 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:48 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:47 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:42 WIB