Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Jawa Timur
»
Candi


Candi Bajang Ratu, Gerbang Megah Peninggalan Majapahit

Foto: Keberadaan bangunan ini juga membantu para arkeolog merekonstruksi seperti apa wajah ibu kota Majapahit pada masa kejayaannya.
Warta Konsumen Indonesia

Mojokerto, Indonesianer.com -- Candi Bajang Ratu terletak di Dukuh Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Situs gapura peninggalan Kerajaan Majapahit ini berada sekitar 200 meter dari arah Jalan Tol Mojokerto–Jombang.

Di kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, berdiri sebuah bangunan bata merah yang menjadi salah satu ikon terpenting peninggalan Kerajaan Majapahit. Dikenal sebagai Candi Bajang Ratu, bangunan ini bukanlah candi dalam pengertian tempat pemujaan seperti Borobudur atau Prambanan, melainkan sebuah gapura monumental yang menjadi bagian dari kompleks bangunan pada masa Majapahit. Dengan bentuknya yang menjulang tinggi dan dihiasi relief-relief indah, Candi Bajang Ratu menjadi bukti kecanggihan arsitektur serta seni bangunan kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara tersebut.

Bagi siapa pun yang berkunjung ke Trowulan, Candi Bajang Ratu merupakan salah satu situs yang paling mudah dikenali. Bentuknya yang ramping dan tinggi menjadikan bangunan ini tampak megah meskipun telah berdiri selama lebih dari enam abad. Dibangun menggunakan bata merah, material yang menjadi ciri khas arsitektur Majapahit, gapura ini menunjukkan tingkat keterampilan konstruksi yang sangat tinggi pada zamannya.

Nama “Bajang Ratu” telah lama menarik perhatian para peneliti dan masyarakat. Dalam bahasa Jawa, istilah tersebut sering diartikan sebagai “raja muda” atau “raja yang masih belia”. Meski demikian, asal-usul nama tersebut masih menjadi bahan kajian para ahli. Yang pasti, bangunan ini memiliki hubungan erat dengan salah satu tokoh penting dalam sejarah Majapahit, yaitu Raja Jayanegara, penguasa kedua kerajaan tersebut.

Sebagai bagian dari kawasan ibu kota Majapahit yang dahulu sangat luas, Candi Bajang Ratu menjadi saksi bisu masa ketika Trowulan berkembang sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan kebudayaan yang berpengaruh di Asia Tenggara. Keberadaannya membantu para sejarawan dan arkeolog memahami seperti apa kemegahan kota kerajaan yang pernah menjadi pusat kekuasaan Nusantara pada abad ke-14.

Hubungan Candi Bajang Ratu dengan Raja Jayanegara

Sebagian besar ahli sejarah mengaitkan Candi Bajang Ratu dengan Raja Jayanegara, putra sekaligus penerus pendiri Majapahit, Raden Wijaya. Jayanegara memerintah pada awal abad ke-14 dalam masa yang tidak mudah. Setelah wafatnya Raden Wijaya, kerajaan yang masih muda itu menghadapi berbagai pemberontakan dan tantangan politik yang mengancam stabilitas negara.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua