Salah satu daya tarik utama Candi Bajang Ratu adalah bentuk arsitekturnya yang sangat khas. Bangunan ini termasuk dalam jenis gapura paduraksa, yaitu gerbang beratap yang memiliki pintu masuk di bagian tengah. Tipe gerbang seperti ini banyak digunakan dalam arsitektur Jawa Kuno sebagai akses menuju kawasan yang dianggap lebih suci atau penting.
Dengan tinggi sekitar 16 meter, Candi Bajang Ratu tampak menjulang di tengah dataran Trowulan. Proporsinya yang ramping menciptakan kesan elegan sekaligus megah. Meskipun dibangun hampir seluruhnya dari bata merah, struktur bangunan tetap mampu bertahan selama berabad-abad berkat kualitas teknik konstruksi yang sangat baik.
Pada bagian kaki, tubuh, dan atap bangunan terdapat berbagai ornamen serta relief yang memperkaya nilai artistiknya. Relief-relief tersebut memperlihatkan pengaruh kuat tradisi Hindu yang berkembang pada masa Majapahit. Beberapa panel menggambarkan kisah-kisah dari epos dan mitologi yang dikenal luas dalam budaya Jawa Kuno.
Kehalusan pengerjaan relief menunjukkan tingkat keterampilan tinggi para seniman Majapahit. Walaupun media utamanya adalah bata merah yang relatif lebih sulit dipahat dibandingkan batu andesit, para perajin berhasil menciptakan detail dekoratif yang tetap terlihat indah hingga sekarang.
Selain keindahan visualnya, Candi Bajang Ratu juga menjadi contoh penting dari perkembangan arsitektur Majapahit yang kemudian memengaruhi berbagai bangunan tradisional di Jawa dan Bali. Bentuk gerbang paduraksa yang digunakan pada bangunan ini masih dapat ditemukan dalam berbagai kompleks pura dan keraton hingga masa modern.
Keberadaan bangunan ini juga membantu para arkeolog merekonstruksi seperti apa wajah ibu kota Majapahit pada masa kejayaannya. Jika sebuah gerbang saja dapat dibangun dengan tingkat kemegahan seperti ini, maka dapat dibayangkan betapa megahnya kompleks bangunan lain yang dahulu berdiri di sekitarnya.
Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB
Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB
Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB
Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB
Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB
Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB
Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB