Kawasan Ijen dikenal dengan aktivitas penambangan belerang tradisional yang dilakukan di dalam area kawah. Para penambang mengangkut bongkahan belerang dari dasar kawah menuju puncak dengan medan yang sangat terjal. Aktivitas ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi bagian dari kehidupan sosial ekonomi masyarakat setempat.
Tanah di sekitar Gunung Ijen juga sangat subur karena pengaruh material vulkanik. Hal ini mendukung aktivitas pertanian di lereng gunung, di mana masyarakat menanam berbagai komoditas seperti kopi, sayuran, dan tanaman perkebunan lainnya. Kopi dari kawasan Ijen, khususnya dari lereng Banyuwangi dan Bondowoso, bahkan dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional.
Selain aspek ekonomi, kawasan Ijen juga memiliki nilai konservasi yang penting. Ekosistem di sekitar gunung api ini menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna pegunungan. Perubahan ketinggian menciptakan zona ekologi yang berbeda, yang mendukung keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.
Sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark, Ijen tidak hanya dilihat sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan konservasi. Pengelolaan kawasan ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Pengunjung yang datang ke Ijen tidak hanya disuguhi pemandangan kawah dan fenomena *blue fire*, tetapi juga mendapatkan pengalaman memahami bagaimana proses geologi bekerja secara langsung. Pendakian menuju kawah menjadi perjalanan yang memperlihatkan perubahan lanskap, dari hutan pegunungan hingga area vulkanik yang tandus namun menakjubkan.
Geopark Ijen pada akhirnya merupakan contoh nyata bagaimana kekuatan alam dapat menciptakan lanskap yang luar biasa sekaligus membentuk kehidupan manusia di sekitarnya. Gunung api yang aktif, danau asam yang ekstrem, serta fenomena api biru yang langka menjadikan kawasan ini sebagai salah satu keajaiban geologi dunia.
Mengenal Desa Wisata Pentingsari, Destinasi Edukasi dan Petualangan Keluarga di Lereng Merapi
12 Jun 2026, 10:42 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:45 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:33 WIB
Museum
29 Mei 2026, 15:43 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:32 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:22 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:15 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:08 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:00 WIB
Perspektif
28 Mei 2026, 17:16 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:57 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:54 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:53 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:52 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:51 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:50 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:49 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:48 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:47 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:45 WIB