Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Purbakala
»
Detail Berita


Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Foto: Lukisan ini diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun dan diakui sebagai seni non-figuratif tertua di dunia.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Muna, Indonesianer.com -- Lukisan gua tertua di dunia yang diakui secara global ditemukan di Indonesia, tepatnya berupa stensil (cap) tangan di Gua Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Lukisan ini diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun dan diakui sebagai seni non-figuratif tertua di dunia.

Di tengah bentang alam karst Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, terdapat sebuah gua yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Gua itu bernama Metanduno, atau sering pula disebut Liang Metanduno. Bagi masyarakat setempat, gua ini telah lama menjadi bagian dari lanskap budaya Pulau Muna. Namun pada awal 2026, nama Metanduno mendadak menarik perhatian dunia setelah para peneliti mengumumkan hasil penelitian yang mengungkap keberadaan sebuah gambar cap tangan berusia setidaknya 67.800 tahun.

Temuan tersebut bukan sekadar penambahan data arkeologi biasa. Cap tangan yang ditemukan di dinding gua itu kini dianggap sebagai seni cadas nonfiguratif tertua yang pernah diketahui di dunia. Penemuan ini menggeser sejumlah rekor sebelumnya dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat terpenting perkembangan seni prasejarah manusia.

Gua Metanduno berada di kawasan karst Pulau Muna, sebuah wilayah yang sejak lama dikenal menyimpan banyak situs lukisan gua. Pulau ini terletak di sebelah tenggara Pulau Sulawesi dan memiliki bentang alam kapur yang dipenuhi gua-gua alami. Sejak dekade 1980-an, para arkeolog telah mendokumentasikan berbagai gambar cadas di Pulau Muna, mulai dari figur manusia, hewan, perahu, simbol matahari, hingga berbagai motif geometris. Namun, tidak semua lukisan purba tersebut langsung memperlihatkan rahasia yang tersimpan di balik lapisan waktu selama puluhan ribu tahun.

Di antara berbagai gambar yang terdapat di Metanduno, cap tangan purba itu awalnya tidak tampak mencolok. Warnanya telah memudar akibat usia yang sangat tua dan sebagian tertutup oleh lukisan-lukisan yang dibuat pada periode yang lebih muda. Justru karena kondisinya yang samar itulah gambar tersebut sempat luput dari perhatian. Baru setelah penelitian lebih mendalam dilakukan menggunakan teknologi dokumentasi dan analisis modern, para peneliti menyadari bahwa mereka sedang berhadapan dengan salah satu karya seni tertua yang pernah dibuat manusia.

Cap tangan itu dibuat dengan teknik yang dikenal luas dalam seni cadas prasejarah. Seorang manusia purba menempelkan tangannya pada permukaan dinding batu, kemudian menyemprotkan pigmen berwarna merah di sekelilingnya. Ketika tangan diangkat, yang tersisa adalah siluet negatif berbentuk telapak dan jari-jari tangan. Teknik sederhana tersebut ternyata digunakan oleh manusia di berbagai belahan dunia selama puluhan ribu tahun dan menjadi salah satu bentuk ekspresi simbolik paling awal yang diketahui dalam sejarah manusia.

Yang membuat cap tangan Metanduno begitu istimewa bukan hanya usianya. Para peneliti menemukan bahwa bentuk jari-jari pada salah satu stensil tangan tampak sengaja dimodifikasi sehingga terlihat lebih runcing atau menyempit. Modifikasi tersebut diyakini bukan terjadi secara kebetulan. Ada kemungkinan pembuatnya ingin mengubah citra tangan manusia menjadi bentuk lain yang memiliki makna simbolis tertentu, mungkin menyerupai cakar hewan atau sosok yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat prasejarah saat itu. Hingga kini, makna sebenarnya masih menjadi misteri yang terus diteliti.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Istana Nusantara

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Istana Nusantara

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Istana Nusantara

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Budaya

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya

Pilihan Redaksi

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Budaya

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Budaya

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Festival Budaya

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Festival Budaya

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Budaya

Baca Juga

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Geopark

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Geosite

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Budaya

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Budaya

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Peristiwa

Berita Lainnya

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Desa Wisata

Menjelajah Alam dan Budaya Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi

Menjelajah Alam dan Budaya Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi

Desa Wisata

Potensi Wisata Berbasis Masyarakat Desa Wisata Candirejo Magelang

Potensi Wisata Berbasis Masyarakat Desa Wisata Candirejo Magelang

Desa Wisata

Menikmati Suasana Asri Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang

Menikmati Suasana Asri Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang

Desa Wisata

Mengungkap Pesona Desa Wisata Baduy yang Tetap Menjaga Tradisi

Mengungkap Pesona Desa Wisata Baduy yang Tetap Menjaga Tradisi

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua