Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
DI Yogyakarta
»
Desa Wisata


Desa Wisata Krebet Yogyakarta, Kampung yang Menjaga Tradisi Batik Kayu

Foto: Berbeda dari batik kain pada umumnya, warga Krebet melukis motif batik pada berbagai media kayu seperti topeng, patung, kotak perhiasan, dan hiasan rumah.
Warta Konsumen Indonesia

Bantul, Indonesianer.com -- Desa Wisata Krebet adalah destinasi terkenal di Dusun Krebet, Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta, yang berjarak sekitar 18 km dari pusat kota Yogyakarta. Desa ini tersohor sebagai pusat kerajinan batik kayu, di mana pengunjung dapat melihat proses produksi dan praktik membatik di atas media kayu langsung dari pengrajin lokal.

Desa Wisata Krebet terletak di Dusun Krebet, Kelurahan Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada sekitar 15 kilometer di sebelah barat daya pusat Kota Yogyakarta, desa ini dikenal luas sebagai sentra kerajinan batik kayu yang telah berkembang selama puluhan tahun. Di tengah lanskap perbukitan yang masih asri, Krebet menghadirkan perpaduan menarik antara budaya, seni, kehidupan pedesaan, dan kreativitas masyarakat yang mampu mengubah kayu menjadi karya seni bernilai tinggi.

Berbeda dengan desa wisata yang mengandalkan panorama alam sebagai daya tarik utama, Krebet menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati suasana desa, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana sebuah produk kerajinan lahir dari tangan-tangan para perajin. Mulai dari proses memilih bahan, membentuk kayu, membatik menggunakan canting, hingga tahap pewarnaan dan penyelesaian akhir, seluruh rangkaian pekerjaan dapat disaksikan secara langsung.

Keunikan inilah yang menjadikan Desa Wisata Krebet sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan ekonomi kreatif yang cukup dikenal di Yogyakarta. Desa ini membuktikan bahwa kreativitas masyarakat dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun perekonomian lokal tanpa harus meninggalkan identitas budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

Nama Krebet kini hampir selalu dikaitkan dengan batik kayu. Produk kerajinan tersebut telah menjadi identitas desa sekaligus sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Jika selama ini batik identik dengan kain, maka di Krebet motif-motif batik justru diaplikasikan pada media kayu dengan teknik yang relatif serupa. Hasilnya berupa berbagai produk dekorasi, perlengkapan rumah tangga, aksesori, hingga cendera mata yang memiliki karakter khas.

Perkembangan batik kayu di Krebet tidak terjadi dalam waktu singkat. Kerajinan ini mulai berkembang secara lebih serius pada dekade 1980-an ketika sejumlah warga mulai melakukan inovasi dengan memadukan seni ukir kayu dan teknik membatik. Inovasi tersebut mendapat sambutan positif karena menghasilkan produk yang unik dan berbeda dari kerajinan kayu pada umumnya. Seiring meningkatnya permintaan pasar, semakin banyak warga yang ikut menekuni usaha ini hingga akhirnya terbentuk sentra kerajinan yang dikenal luas seperti sekarang.

Bahan baku yang digunakan umumnya berasal dari kayu ringan seperti kayu pule, mahoni, pinus, atau jenis kayu lain yang mudah dibentuk. Setelah dipahat sesuai desain, permukaan kayu kemudian diberi motif menggunakan malam atau lilin batik dengan canting. Tahapan berikutnya adalah proses pewarnaan yang dilakukan secara bertahap sehingga menghasilkan motif yang kaya warna. Setelah seluruh proses selesai, lapisan pelindung ditambahkan agar warna lebih awet sekaligus memberikan tampilan yang lebih menarik.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua