Di lereng barat Gunung Ciremai, tepatnya di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terdapat sebuah desa yang berhasil membuktikan bahwa pembangunan pariwisata tidak selalu identik dengan bangunan megah atau wahana modern. Desa Wisata Cibuntu justru tumbuh menjadi destinasi unggulan berkat kemampuannya menjaga keaslian alam, merawat tradisi, dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama pariwisata.
Nama Cibuntu kini semakin dikenal di kalangan wisatawan yang mencari pengalaman berbeda dari sekadar berlibur. Desa ini menawarkan suasana pedesaan yang masih asri, udara pegunungan yang sejuk, serta berbagai aktivitas wisata berbasis alam, budaya, dan edukasi. Keindahan tersebut berpadu dengan keramahan masyarakat yang menjadikan setiap tamu merasa seperti berkunjung ke rumah sendiri.
Keberhasilan Desa Wisata Cibuntu bukanlah sesuatu yang datang secara instan. Perjalanan panjang masyarakat dalam menjaga lingkungan, mengembangkan potensi lokal, dan membangun pariwisata berbasis komunitas telah mengantarkan desa ini meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional. Namun, lebih dari sekadar prestasi, Cibuntu menunjukkan bahwa desa dapat berkembang tanpa kehilangan identitasnya.
Berada pada ketinggian sekitar 600–700 meter di atas permukaan laut, Desa Cibuntu memiliki iklim yang relatif sejuk sepanjang tahun. Hamparan sawah, kebun, pepohonan rindang, serta panorama Gunung Ciremai menjadi pemandangan sehari-hari yang memanjakan mata. Kondisi geografis tersebut membuat desa ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam sekaligus menjauh sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan.
Lokasinya juga cukup mudah dijangkau dari pusat Kota Kuningan maupun Kota Cirebon. Akses jalan menuju desa telah berkembang dengan baik sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat dapat mencapai kawasan wisata dengan nyaman. Meski demikian, suasana pedesaan tetap terasa kuat karena pembangunan dilakukan tanpa menghilangkan karakter lingkungan setempat.
Alam yang Terjaga dan Warisan Budaya yang Tetap Hidup
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB