Di lereng selatan Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Kelor, Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat sebuah destinasi yang menawarkan pengalaman wisata berbeda dari kebanyakan tempat wisata di Yogyakarta. Jika sebagian besar wisatawan datang untuk menikmati panorama alam atau mengunjungi candi-candi bersejarah, Kampoeng Sedjarah Kelor mengajak pengunjung menelusuri kisah perjuangan rakyat Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan melalui pendekatan edukatif yang berpadu dengan suasana pedesaan yang asri.
Nama Kampoeng Sedjarah Kelor bukan sekadar identitas sebuah desa wisata. Kawasan ini dibangun dengan semangat untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap berbagai peristiwa penting yang pernah terjadi di Dusun Kelor, terutama pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1948–1949. Wilayah ini pernah menjadi salah satu lokasi yang berkaitan dengan perjuangan para pejuang republik ketika Yogyakarta masih menjadi ibu kota negara. Berbagai jejak sejarah yang tersisa kemudian dirawat dan dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, keluarga, hingga wisatawan yang memiliki minat terhadap sejarah Indonesia.
Keunikan Kampoeng Sedjarah Kelor terletak pada konsepnya yang memadukan pelestarian sejarah dengan pemberdayaan masyarakat. Alih-alih membangun museum modern yang terpisah dari kehidupan warga, masyarakat Dusun Kelor justru menjadikan lingkungan tempat tinggal mereka sebagai ruang belajar sejarah yang hidup. Pengunjung tidak hanya melihat koleksi benda bersejarah, tetapi juga dapat merasakan langsung atmosfer pedesaan yang menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa Indonesia.
Lokasinya yang berada di kawasan wisata lereng Merapi juga memberikan daya tarik tersendiri. Udara yang sejuk, hamparan kebun salak, serta panorama pegunungan menjadikan perjalanan menuju Kampoeng Sedjarah Kelor terasa menyenangkan. Destinasi ini menjadi alternatif menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi lain Yogyakarta di luar kawasan Malioboro, Keraton, atau Candi Prambanan.
Menjaga Memori Perjuangan Melalui Wisata Edukasi
Dusun Kelor memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Setelah Belanda melancarkan Agresi Militer II pada Desember 1948 dan menduduki Yogyakarta, berbagai wilayah di sekitar ibu kota republik menjadi tempat berlangsungnya aktivitas gerilya. Kondisi geografis di lereng Merapi yang berbukit dan dipenuhi vegetasi memberikan keuntungan strategis bagi para pejuang untuk bergerak secara tersembunyi.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB