Di sinilah pemamanen menjadi menarik sebagai bagian dari kebudayaan Aceh Tenggara. Tradisi tersebut tidak berdiri sendiri sebagai sebuah upacara, melainkan tumbuh dari hubungan kekerabatan yang kemudian diwujudkan melalui tindakan nyata.
Rangkaian pemamanen dalam acara sunatan juga dapat berlangsung cukup meriah. Sejumlah kajian mengenai masyarakat Alas menggambarkan adanya suasana perayaan yang melibatkan pakaian adat, jamuan dan prosesi keluarga. Dalam beberapa pelaksanaan, anak yang akan disunat dapat tampil menggunakan pakaian adat dan mengikuti prosesi yang menjadi bagian dari perayaan keluarga. Bentuk dan lamanya pelaksanaan dapat berbeda sesuai kondisi keluarga dan masyarakat setempat.
Kehadiran paman dalam acara tersebut sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap hubungan dari garis ibu. Dalam adat Alas, hubungan keluarga bukan hanya persoalan hubungan biologis, tetapi juga memiliki konsekuensi sosial. Seseorang memiliki posisi tertentu karena hubungan kekerabatannya, dan posisi itu membawa tanggung jawab ketika keluarga menyelenggarakan peristiwa penting.
Sejarah pemamanen juga tidak terlepas dari perjalanan masyarakat Alas. Catatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menyebut tradisi tersebut sebagai warisan nenek moyang masyarakat Alas. Salah satu keterangan mengenai sejarahnya menghubungkan tradisi ini dengan Raja Lambing Selian dan pengaruh dari Tanah Karo. Dalam perkembangannya, pemamanen tetap dipertahankan oleh masyarakat Alas dan kemudian berjalan berdampingan dengan kehidupan adat serta nilai keagamaan masyarakat setempat.
Hubungan antara adat dan agama juga menjadi bagian penting dalam memahami pemamanen. Masyarakat Alas memiliki prinsip yang menempatkan adat dalam kehidupan sosial, sementara kehidupan setelah kematian berada dalam kerangka hukum Islam. Catatan tersebut memperlihatkan bagaimana adat dapat terus hidup tanpa harus dipahami terpisah dari perkembangan kehidupan keagamaan masyarakat.
Meski demikian, pemamanen juga memiliki sisi lain yang perlu diperhatikan. Tanggung jawab besar seorang paman dapat menjadi beban ketika kemampuan ekonomi tidak sebanding dengan tuntutan sosial yang berkembang. Penelitian mengenai pemamanen di Aceh Tenggara mencatat adanya kondisi ketika tuntutan adat dapat mendorong seseorang memberikan bantuan di luar kemampuan, bahkan berpotensi menimbulkan beban ekonomi.
Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB
Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB
Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB
Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB
Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB
Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB
Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB