Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Jawa Barat
»
Ragam Fauna


Jejak Terakhir Sang Penjaga Hutan, Kisah Badak Jawa yang Bertahan di Ujung Kulon

Foto: Berdasarkan data konservasi, populasi Badak Jawa sangat terbatas, diperkirakan hanya tersisa sekitar 70 hingga 100 ekor di alam liar
Warta Konsumen Indonesia

Pandeglang, Indonesianer.com -- Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) adalah salah satu spesies mamalia paling langka di dunia yang berstatus terancam kritis. Hewan endemik Indonesia ini memiliki ciri khas bercula satu dan hanya dapat ditemukan di habitat aslinya, yaitu di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

Di ujung paling barat Pulau Jawa, hamparan hutan hujan tropis yang lebat masih menyimpan sebuah keajaiban alam yang nyaris tak ditemukan di tempat lain di dunia. Di balik rimbunnya pepohonan, semak belukar, dan rawa-rawa yang sulit dijangkau, hidup salah satu mamalia paling langka di muka bumi, yakni Badak Jawa. Satwa bercula satu ini bukan sekadar simbol kekayaan hayati Indonesia, melainkan juga menjadi bukti bahwa alam masih memiliki kemampuan untuk mempertahankan kehidupan di tengah berbagai ancaman yang terus berkembang.

Keberadaan Badak Jawa selama puluhan tahun telah menarik perhatian para ilmuwan, pegiat konservasi, hingga wisatawan pencinta alam dari berbagai negara. Tidak banyak orang yang pernah melihatnya secara langsung. Bahkan bagi para peneliti yang bertahun-tahun bekerja di habitatnya, perjumpaan dengan satwa pemalu ini tetap menjadi pengalaman yang sangat langka. Sebagian besar dokumentasi Badak Jawa justru diperoleh melalui kamera jebak yang dipasang di berbagai sudut hutan.

Kelangkaan tersebut bukan tanpa alasan. Dahulu, Badak Jawa memiliki wilayah persebaran yang sangat luas. Satwa ini pernah menghuni hutan-hutan di Pulau Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, hingga Vietnam. Namun dalam kurun waktu beberapa abad, perburuan liar, pembukaan hutan, pertumbuhan permukiman, serta perubahan bentang alam menyebabkan populasinya menyusut secara drastis.

Kini, seluruh populasi Badak Jawa yang masih tersisa di dunia hanya bertahan di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Provinsi Banten. Tidak ada lagi populasi liar di negara lain. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya rumah terakhir bagi spesies yang memiliki nama ilmiah *Rhinoceros sondaicus* tersebut.

Secara fisik, Badak Jawa memiliki ukuran tubuh yang besar dengan panjang mencapai sekitar tiga meter dan tinggi bahu sekitar 1,5 hingga 1,7 meter. Bobotnya dapat mencapai lebih dari dua ton. Meski bertubuh kekar, gerakan satwa ini relatif tenang dan tidak agresif. Kulitnya berwarna abu-abu kecokelatan dengan lipatan-lipatan yang membuatnya tampak seolah mengenakan baju zirah alami.

Berbeda dengan kerabatnya, Badak Jawa hanya memiliki satu cula. Bahkan pada individu betina, culanya sangat kecil hingga sering kali nyaris tidak terlihat. Cula tersebut sebenarnya bukan tanduk sejati, melainkan tersusun dari keratin, bahan yang sama dengan kuku dan rambut manusia.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Tag Berita :

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua