Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Sulawesi Selatan
»
Benteng Kolonial


Benteng Rotterdam, Ikon Sejarah yang Tetap Berdiri Kokoh di Makassar

Foto: Dari atas, arsitektur benteng menyerupai penyu yang sedang merayap ke narah laut. Ini melambangkan kekuatan kerajaan di darat maupun di peraira
Pedoman Media Siber

Makassar, Indonesianer.com -- Benteng Rotterdam terletak di Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Berlokasi strategis di jantung kota dan dekat dengan Pantai Losari, bangunan bersejarah peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo dan VOC ini sekarang berfungsi sebagai pusat budaya dan museum

Di tepi barat Kota Makassar, menghadap langsung ke hamparan Selat Makassar, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang telah menjadi saksi perjalanan panjang Sulawesi Selatan selama berabad-abad. Benteng Rotterdam bukan sekadar benteng tua peninggalan kolonial, melainkan simbol perjumpaan budaya, perdagangan, peperangan, hingga lahirnya berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Meski usianya telah melampaui tiga abad, benteng ini tetap menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling populer di Indonesia Timur.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Makassar, Benteng Rotterdam hampir selalu masuk dalam daftar tempat yang wajib dikunjungi. Lokasinya yang strategis di pusat kota membuat benteng ini mudah dijangkau, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Suasana kawasan yang teduh dengan bangunan-bangunan kolonial yang masih terawat menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan objek wisata modern. Berjalan di antara dinding batu tebal dan halaman luasnya seolah membawa pengunjung kembali ke masa ketika Makassar menjadi salah satu pelabuhan terpenting di Nusantara.

Benteng ini memiliki sejarah yang jauh lebih tua daripada masa penjajahan Belanda. Awalnya, benteng tersebut dibangun oleh Kerajaan Gowa pada pertengahan abad ke-16 sebagai bagian dari sistem pertahanan kerajaan maritim yang saat itu sedang berkembang pesat. Raja Gowa ke-9, Karaeng Tumapa'risi' Kallonna, diyakini menjadi penggagas pembangunan benteng pertama yang kala itu masih menggunakan material tanah liat.

Seiring meningkatnya ancaman dari kerajaan lain dan bangsa asing yang mulai berdatangan ke Nusantara, benteng kemudian diperkuat menggunakan batu padas yang diambil dari kawasan Karst Maros. Penguatan ini dilakukan pada masa pemerintahan Sultan Alauddin, menjadikan benteng jauh lebih kokoh dalam menghadapi serangan.

Pada abad ke-17, Kerajaan Gowa berkembang menjadi kekuatan perdagangan terbesar di kawasan timur Nusantara. Pelabuhan Makassar ramai disinggahi kapal-kapal dari berbagai penjuru dunia, mulai dari pedagang Melayu, Arab, India, Tiongkok, hingga bangsa-bangsa Eropa seperti Portugis, Inggris, dan Belanda. Kemajuan tersebut membuat Makassar menjadi pusat perdagangan rempah-rempah yang sangat strategis.

Kejayaan itu kemudian memicu persaingan dengan VOC yang ingin memonopoli perdagangan rempah. Konflik panjang akhirnya pecah menjadi Perang Makassar yang berlangsung pada pertengahan abad ke-17. Setelah melalui berbagai pertempuran sengit, Kerajaan Gowa akhirnya mengalami kekalahan dan dipaksa menandatangani Perjanjian Bungaya pada tahun 1667.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Fauna

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Flora

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata

Pilihan Redaksi

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata

Desa Wisata Botubarani, Destinasi Ekowisata di Tepi Teluk Tomini Gorontalo

Desa Wisata Botubarani, Destinasi Ekowisata di Tepi Teluk Tomini Gorontalo

Desa Wisata

Baca Juga

Desa Wisata Sanankerto, Oase Alami di Jalur Wisata Pantai Selatan Malang

Desa Wisata Sanankerto, Oase Alami di Jalur Wisata Pantai Selatan Malang

Desa Wisata

Desa Wisata Krebet Yogyakarta, Kampung yang Menjaga Tradisi Batik Kayu

Desa Wisata Krebet Yogyakarta, Kampung yang Menjaga Tradisi Batik Kayu

Desa Wisata

Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia

Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia

Peristiwa

Geopark Natuna, Jejak Geologi Purba di Gerbang Utara Indonesia

Geopark Natuna, Jejak Geologi Purba di Gerbang Utara Indonesia

Geoheritage

Situs Song Terus Pacitan, Menelusuri Jejak Kehidupan Manusia Purba di Kawasan Karst Gunung Sewu

Situs Song Terus Pacitan, Menelusuri Jejak Kehidupan Manusia Purba di Kawasan Karst Gunung Sewu

Purbakala

Berita Lainnya

Menyelami Adat dan Budaya Maluku Utara, Merawat Jejak Kesultanan Rempah

Menyelami Adat dan Budaya Maluku Utara, Merawat Jejak Kesultanan Rempah

Tradisi

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Situs Semedo Tegal, Jejak Purba yang Mengubah Peta Arkeologi Indonesia

Purbakala

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Bunga Wijaya Kusuma, Sang Ratu Malam yang Diselimuti Mitos dan Keindahan

Flora

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua