Sejak saat itu, benteng berada di bawah kendali VOC. Laksamana Cornelis Speelman kemudian melakukan renovasi besar-besaran terhadap benteng tersebut. Nama benteng pun diubah menjadi Rotterdam, diambil dari nama kota kelahiran Speelman di Belanda. Bentuk benteng diperkuat mengikuti gaya arsitektur militer Eropa sehingga mampu berfungsi sebagai pusat pertahanan sekaligus kantor administrasi VOC di kawasan timur Nusantara.
Keunikan Benteng Rotterdam tidak hanya terletak pada sejarahnya, tetapi juga bentuk arsitekturnya. Jika dilihat dari udara, benteng ini memiliki denah menyerupai seekor penyu yang sedang merangkak menuju laut. Bentuk tersebut dipercaya melambangkan filosofi masyarakat Gowa yang memandang penyu sebagai hewan yang mampu hidup di darat maupun di laut. Filosofi itu mencerminkan identitas Kerajaan Gowa sebagai kerajaan yang kuat di bidang maritim sekaligus agraris.
Dinding benteng memiliki ketebalan sekitar dua meter dengan tinggi mencapai tujuh meter pada beberapa bagian. Batu-batu penyusunnya masih terlihat kokoh meski telah melewati berbagai peristiwa sejarah. Di sekeliling benteng dahulu terdapat parit pertahanan yang semakin memperkuat fungsi militernya.
Kompleks Benteng Rotterdam terdiri atas sejumlah bangunan bergaya kolonial yang tersusun mengelilingi halaman luas. Bangunan-bangunan tersebut dulunya digunakan sebagai gudang senjata, kantor administrasi, rumah pejabat VOC, barak prajurit, hingga ruang tahanan.
Salah satu kisah paling terkenal dari Benteng Rotterdam berkaitan dengan Pangeran Diponegoro. Setelah ditangkap Belanda pada tahun 1830, tokoh besar Perang Jawa tersebut diasingkan ke Makassar. Selama sekitar dua puluh lima tahun hingga wafat pada tahun 1855, Diponegoro menjalani masa pengasingannya di salah satu ruang dalam kompleks Benteng Rotterdam.
Ruangan tempat beliau pernah ditahan kini menjadi salah satu bagian yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Meski sederhana, ruang tersebut menyimpan nilai sejarah yang sangat besar karena menjadi saksi akhir perjuangan salah satu pahlawan nasional terbesar Indonesia.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB