Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Fauna
»
Detail Berita


Tarsius, Sang Primata Mungil Penjaga Malam di Hutan Sulawesi

Foto: Primata kecil ini merupakan salah satu mamalia paling kuno yang masih bertahan hingga sekarang
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Bitung, Indonesianer.com -- Tarsius adalah primata endemik yang sebagian besar berasal dari Pulau Sulawesi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Daerah utamanya tersebar di beberapa kabupaten/kota di Indonesia, bergantung pada spesiesnya.

Di balik rimbunnya hutan tropis di ujung utara Pulau Sulawesi, terdapat makhluk kecil bermata besar yang telah lama menjadi simbol kekayaan satwa endemik Indonesia. Hewan itu adalah tarsius, primata mungil yang mampu melompat dengan lincah di antara pepohonan saat malam tiba. Kota Bitung di Sulawesi Utara menjadi salah satu tempat terbaik untuk mengenal kehidupan satwa unik ini, bahkan namanya sering melekat sebagai "Tarsius dari Bitung" karena populasi yang hidup di kawasan konservasi sekitar kota tersebut sangat terkenal di kalangan peneliti maupun wisatawan.

Keunikan tarsius tidak hanya terletak pada penampilannya yang menggemaskan. Primata kecil ini merupakan salah satu mamalia paling kuno yang masih bertahan hingga sekarang. Berbagai kemampuan biologisnya menunjukkan proses evolusi yang panjang dan berbeda dibandingkan primata lain. Mulai dari mata yang sangat besar, kemampuan melompat beberapa meter hanya dengan sekali tolakan, hingga kebiasaannya berburu serangga di malam hari, semuanya menjadikan tarsius sebagai spesies yang menarik untuk dipelajari.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Bitung, bertemu langsung dengan tarsius menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Meskipun ukuran tubuhnya hanya sekitar belasan sentimeter, pesonanya mampu mencuri perhatian siapa saja. Tidak sedikit wisatawan mancanegara yang memasukkan pengamatan tarsius sebagai agenda utama ketika menjelajahi Sulawesi Utara, berdampingan dengan wisata menyelam di Selat Lembeh maupun menikmati panorama Taman Nasional Tangkoko.

Primata Kecil dengan Kemampuan Luar Biasa

Tarsius yang hidup di kawasan Bitung termasuk kelompok primata endemik Sulawesi. Salah satu spesies yang paling dikenal adalah Tarsius spectrumgurskyae, yang sebelumnya lama dianggap sebagai bagian dari Tarsius spectrum sebelum akhirnya dipisahkan berdasarkan penelitian ilmiah. Perubahan klasifikasi tersebut menunjukkan bahwa keanekaragaman tarsius di Sulawesi ternyata jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Tubuh tarsius tergolong sangat kecil. Panjang badannya hanya sekitar 10 hingga 15 sentimeter dengan berat kurang dari 150 gram. Meski demikian, kaki belakangnya berkembang sangat panjang sehingga mampu menghasilkan lompatan hingga beberapa meter dari satu pohon ke pohon lainnya. Nama "tarsius" sendiri berasal dari tulang tarsal yang memanjang pada bagian kaki belakangnya.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Baca Juga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua