Kemampuan memanjat inilah yang menjadikan kanguru pohon sebagai salah satu mamalia arboreal paling menarik di dunia. Mereka dapat naik turun batang pohon yang tinggi dengan tenang, bahkan mampu melompat dari satu cabang ke cabang lain tanpa kehilangan keseimbangan. Jika terpaksa turun ke tanah, gerakannya justru terlihat lebih lambat dan kurang lincah dibandingkan ketika berada di habitat alaminya di atas pohon.
Aktivitas kanguru pohon lebih banyak dilakukan pada pagi dan sore hari, sementara siang hari biasanya dimanfaatkan untuk beristirahat di percabangan yang rindang. Mereka cenderung hidup menyendiri, kecuali ketika musim berkembang biak atau induk sedang merawat anaknya. Sama seperti marsupial lainnya, bayi kanguru pohon lahir dalam kondisi sangat kecil dan belum berkembang sempurna. Setelah lahir, bayi akan merangkak menuju kantong induknya untuk melanjutkan pertumbuhan selama beberapa bulan hingga cukup kuat untuk mulai menjelajahi dunia luar.
Makanan utama kanguru pohon terdiri atas daun muda, pucuk tanaman, buah-buahan hutan, bunga, serta berbagai jenis tumbuhan yang tersedia di habitatnya. Pola makan tersebut menjadikan satwa ini berperan sebagai penyebar biji sekaligus membantu menjaga regenerasi vegetasi hutan. Dengan kata lain, keberadaan kanguru pohon tidak hanya penting bagi kelangsungan spesiesnya sendiri, tetapi juga bagi kesehatan ekosistem secara keseluruhan.
Penghuni Setia Hutan Pegunungan Papua
Habitat alami kanguru pohon berada di kawasan hutan hujan tropis Papua, terutama pada wilayah pegunungan yang memiliki udara sejuk dan vegetasi lebat. Sebagian spesies ditemukan pada ketinggian lebih dari seribu meter di atas permukaan laut, sementara beberapa lainnya dapat dijumpai di hutan dataran rendah yang masih alami.
Hutan Papua menyediakan segala kebutuhan hidup satwa ini. Pepohonan yang menjulang tinggi menjadi tempat berlindung dari predator sekaligus lokasi mencari makan. Kanopi hutan yang rapat memungkinkan kanguru pohon berpindah tanpa harus sering turun ke tanah, sehingga risiko bertemu pemangsa dapat diminimalkan.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB