Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Di antara ribuan satwa yang hidup di Nusantara, terdapat seekor primata yang mungkin belum sepopuler orangutan atau bekantan, tetapi memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Satwa tersebut adalah Surili Jawa, primata endemik Pulau Jawa yang terkenal dengan wajah lembut, suara khas, serta kebiasaannya hidup di tajuk pepohonan yang lebat.
Surili Jawa menjadi salah satu simbol kekayaan alam Pulau Jawa yang masih bertahan di tengah pesatnya pembangunan. Sayangnya, keberadaan satwa ini semakin sulit dijumpai karena habitat alaminya terus menyusut. Meski demikian, beberapa kawasan konservasi masih menjadi rumah yang aman bagi populasi surili, sekaligus menawarkan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal satwa langka ini secara lebih dekat.
Bagi pencinta wisata alam, mengenal Surili Jawa bukan sekadar menambah wawasan tentang satwa liar, tetapi juga memahami pentingnya menjaga hutan tropis sebagai habitat berbagai spesies endemik Indonesia.
Primata Endemik yang Hidup di Kanopi Hutan Pegunungan
Surili Jawa merupakan primata dari keluarga Cercopithecidae yang hanya ditemukan di Pulau Jawa. Nama ilmiahnya adalah Presbytis comata. Satwa ini termasuk kelompok lutung atau leaf monkey karena sebagian besar makanannya berupa daun muda.
Penampilan Surili Jawa cukup mudah dikenali. Tubuhnya ramping dengan panjang sekitar 45 hingga 60 sentimeter, sementara ekornya dapat mencapai lebih dari 70 sentimeter. Berat tubuh individu dewasa berkisar antara 5 hingga 8 kilogram.
Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera
05 Jul 2026, 16:51 WIB
Fauna
05 Jul 2026, 12:32 WIB
Flora
29 Jun 2026, 15:38 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:37 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:36 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:32 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:31 WIB
Desa Wisata
26 Jun 2026, 16:29 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Geoheritage
26 Jun 2026, 11:34 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 9:10 WIB
Tradisi
26 Jun 2026, 8:42 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:26 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB