Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Purbakala
»
Detail Berita


Samosir Stone Chairs, Batu Parsidangan Warisan Megalitik di Tepi Danau Toba

Foto: Nama Siallagan sendiri berasal dari marga yang pernah memimpin wilayah tersebut selama beberapa generasi.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Samosir, Indonesianer.com -- Stone chairs di Samosir, yang lebih dikenal sebagai Batu Parsidangan, adalah sekumpulan artefak batu purba peninggalan Suku Batak Toba. Terletak di Huta Siallagan, Ambarita, situs ini bersejarah sebagai tempat pengadilan tradisional, musyawarah adat, dan eksekusi pada masa pemerintahan Raja Siallagan ratusan tahun lalu.

Di tepi Danau Toba yang megah, di tengah lanskap perbukitan hijau Pulau Samosir, terdapat sebuah situs bersejarah yang menyimpan jejak panjang peradaban Batak. Situs itu dikenal sebagai Samosir Stone Chairs atau Kursi Batu Siallagan, sebuah kompleks megalitik yang hingga kini masih berdiri kokoh sebagai saksi kehidupan masyarakat Batak pada masa lampau. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Samosir, tempat ini menjadi salah satu destinasi budaya yang paling menarik karena menghadirkan perpaduan antara sejarah, tradisi, dan keindahan alam dalam satu lokasi.

Berbeda dengan banyak situs arkeologi yang hanya menyisakan reruntuhan, Kursi Batu Siallagan masih memperlihatkan bentuk dan fungsi aslinya secara cukup jelas. Deretan kursi batu yang tersusun melingkar di bawah naungan pepohonan tua memberikan gambaran tentang bagaimana masyarakat Batak dahulu menjalankan pemerintahan adat, menyelesaikan sengketa, hingga menjatuhkan hukuman kepada pelanggar hukum adat.

Keberadaan situs ini menjadi bukti bahwa masyarakat Batak telah mengenal sistem sosial dan hukum yang teratur jauh sebelum masuknya pengaruh kolonial maupun modernisasi. Tidak heran jika Kursi Batu Siallagan kini menjadi salah satu ikon wisata budaya paling terkenal di kawasan Danau Toba.

Jejak Peradaban Batak yang Terukir dalam Batu

Kursi Batu Siallagan berada di Desa Ambarita, sebuah desa tua yang terletak di Pulau Samosir, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Nama Siallagan sendiri berasal dari marga yang pernah memimpin wilayah tersebut selama beberapa generasi. Menurut tradisi setempat, kompleks batu ini diperkirakan telah berusia ratusan tahun dan digunakan oleh para raja Batak sebagai pusat kegiatan pemerintahan adat.

Saat memasuki kawasan situs, pengunjung akan melihat susunan kursi dan meja yang seluruhnya dibuat dari batu alam. Bentuknya sederhana, namun justru di situlah letak keistimewaannya. Batu-batu besar tersebut dipahat dan ditata sedemikian rupa sehingga membentuk ruang musyawarah terbuka. Di tengah susunan kursi terdapat sebuah batu yang berfungsi sebagai meja pertemuan.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Keraton Surosowan Banten, Menelusuri Pusat Kekuasaan Kesultanan Banten

Istana Nusantara

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Keraton Kaibon Banten, Reruntuhan Istana yang Menyimpan Kisah Kesultanan

Istana Nusantara

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Keraton Sumenep, Perpaduan Budaya Madura, Jawa, dan Eropa

Istana Nusantara

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Sandeq Polewali Mandar, Balapan Perahu Tradisional Sulawesi Barat

Festival Budaya

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya

Pilihan Redaksi

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Budaya

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Budaya

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Festival Budaya

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Festival Budaya

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Budaya

Baca Juga

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Geopark

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Geosite

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Budaya

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Budaya

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Peristiwa

Berita Lainnya

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Desa Wisata

Menjelajah Alam dan Budaya Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi

Menjelajah Alam dan Budaya Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi

Desa Wisata

Potensi Wisata Berbasis Masyarakat Desa Wisata Candirejo Magelang

Potensi Wisata Berbasis Masyarakat Desa Wisata Candirejo Magelang

Desa Wisata

Menikmati Suasana Asri Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang

Menikmati Suasana Asri Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang

Desa Wisata

Mengungkap Pesona Desa Wisata Baduy yang Tetap Menjaga Tradisi

Mengungkap Pesona Desa Wisata Baduy yang Tetap Menjaga Tradisi

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua