Meski demikian, bentuk kompleks yang terlihat sekarang sebagian besar berasal dari masa Kerajaan Majapahit. Berbagai bangunan tambahan terus dibangun dan diperluas selama beberapa generasi penguasa. Proses pembangunan yang panjang ini menjadikan Penataran sebagai salah satu kompleks candi dengan perkembangan arsitektur paling lengkap di Jawa Timur.
Pada masa Majapahit, Penataran memiliki kedudukan yang sangat penting. Kitab Negarakertagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365, mencatat bahwa Hayam Wuruk beberapa kali mengunjungi tempat suci ini dalam perjalanan kerajaan. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Penataran bukan sekadar tempat ibadah lokal, melainkan salah satu pusat keagamaan utama yang terkait langsung dengan kekuasaan negara.
Fungsi religius Penataran berkaitan erat dengan pemujaan terhadap Siwa. Namun sebagaimana banyak situs keagamaan Jawa Timur pada masa itu, unsur-unsur Hindu dan Buddha sering kali hadir secara berdampingan. Perpaduan tersebut mencerminkan karakter keagamaan masyarakat Majapahit yang relatif kompleks dan berkembang melalui proses panjang interaksi budaya.
Lokasi Penataran yang berada di dekat Gunung Kelud juga memiliki arti penting. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa kuno, gunung sering dianggap sebagai tempat yang sakral dan memiliki hubungan dengan dunia para dewa. Beberapa ahli berpendapat bahwa keberadaan kompleks ini juga berkaitan dengan upaya ritual kerajaan untuk menjaga keseimbangan alam dan memohon perlindungan dari aktivitas vulkanik Gunung Kelud yang dikenal sering meletus sejak masa lampau.
Selama berabad-abad, Penataran berkembang menjadi kompleks suci yang luas dengan berbagai bangunan yang memiliki fungsi berbeda. Hal ini menjadikannya salah satu contoh terbaik mengenai bagaimana pusat keagamaan kerajaan beroperasi pada masa Majapahit.
Keindahan Relief dan Kemegahan Arsitektur Jawa Timur
Museum
29 Mei 2026, 15:43 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:32 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:22 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:15 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:08 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:00 WIB
Perspektif
28 Mei 2026, 17:16 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:57 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:54 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:53 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:52 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:51 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:48 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:45 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:44 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:43 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:42 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:34 WIB