Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Arkeologi
»
Detail Berita


Situs Candi Penataran, Pusat Keagamaan Terbesar Era Kerajaan Majapahit

Foto: Kompleks candi Penataran tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur kuno, tetapi juga menyimpan berbagai informasi mengenai kehidupan religius, seni pahat, dan pandangan dunia masyarakat Jawa pada masa kerajaan Hindu-Buddha
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Meski demikian, bentuk kompleks yang terlihat sekarang sebagian besar berasal dari masa Kerajaan Majapahit. Berbagai bangunan tambahan terus dibangun dan diperluas selama beberapa generasi penguasa. Proses pembangunan yang panjang ini menjadikan Penataran sebagai salah satu kompleks candi dengan perkembangan arsitektur paling lengkap di Jawa Timur.

Pada masa Majapahit, Penataran memiliki kedudukan yang sangat penting. Kitab Negarakertagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365, mencatat bahwa Hayam Wuruk beberapa kali mengunjungi tempat suci ini dalam perjalanan kerajaan. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Penataran bukan sekadar tempat ibadah lokal, melainkan salah satu pusat keagamaan utama yang terkait langsung dengan kekuasaan negara.

Fungsi religius Penataran berkaitan erat dengan pemujaan terhadap Siwa. Namun sebagaimana banyak situs keagamaan Jawa Timur pada masa itu, unsur-unsur Hindu dan Buddha sering kali hadir secara berdampingan. Perpaduan tersebut mencerminkan karakter keagamaan masyarakat Majapahit yang relatif kompleks dan berkembang melalui proses panjang interaksi budaya.

Lokasi Penataran yang berada di dekat Gunung Kelud juga memiliki arti penting. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa kuno, gunung sering dianggap sebagai tempat yang sakral dan memiliki hubungan dengan dunia para dewa. Beberapa ahli berpendapat bahwa keberadaan kompleks ini juga berkaitan dengan upaya ritual kerajaan untuk menjaga keseimbangan alam dan memohon perlindungan dari aktivitas vulkanik Gunung Kelud yang dikenal sering meletus sejak masa lampau.

Selama berabad-abad, Penataran berkembang menjadi kompleks suci yang luas dengan berbagai bangunan yang memiliki fungsi berbeda. Hal ini menjadikannya salah satu contoh terbaik mengenai bagaimana pusat keagamaan kerajaan beroperasi pada masa Majapahit.

Keindahan Relief dan Kemegahan Arsitektur Jawa Timur

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Baca Juga

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Berita Lainnya

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua