Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Arkeologi
»
Detail Berita


Mengungkap Misteri Candi Plaosan, Simbol Cinta dalam Arsitektur Jawa Kuno

Foto: Candi Plaosan dikenal sebagai kompleks candi Buddha yang dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Klaten, Indonesianer.com -- Candi Plaosan adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan.

Di tengah hamparan sawah dan desa-desa yang tenang di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berdiri sebuah kompleks percandian yang menyimpan keindahan arsitektur sekaligus kisah sejarah yang menarik. Kompleks itu adalah Candi Plaosan, salah satu peninggalan masa Mataram Kuno yang sering disebut sebagai simbol harmoni dan cinta dalam sejarah Jawa. Berbeda dengan banyak candi lain yang lebih dikenal karena ukuran atau kemegahannya, Plaosan justru terkenal karena kisah di balik pembangunannya yang menghubungkan dua tradisi keagamaan besar di Nusantara: Buddha dan Hindu.

Bagi wisatawan yang pertama kali berkunjung, Candi Plaosan menghadirkan suasana yang berbeda. Kompleks ini tidak semonumental Borobudur dan tidak setinggi Prambanan, tetapi memiliki keanggunan tersendiri. Deretan candi yang tersusun rapi, relief yang halus, serta latar belakang Gunung Merapi menciptakan panorama yang memikat. Keindahan tersebut semakin menarik karena Plaosan menyimpan cerita sejarah yang hingga kini masih menjadi bahan kajian para ahli.

Kompleks Candi Plaosan berada tidak jauh dari kawasan Prambanan. Secara administratif, situs ini terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kedekatannya dengan berbagai candi besar lainnya menunjukkan bahwa wilayah ini pernah menjadi salah satu pusat penting peradaban Jawa Kuno pada abad ke-8 dan ke-9.

Candi Plaosan dikenal sebagai kompleks candi Buddha yang dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Namun, yang membuatnya istimewa adalah adanya bukti kuat bahwa pembangunan kompleks ini berkaitan erat dengan hubungan antara seorang pangeran Hindu dan seorang putri Buddha. Kisah tersebut kemudian melahirkan anggapan bahwa Plaosan merupakan salah satu simbol cinta paling terkenal dalam sejarah arsitektur Nusantara.

Jejak Sejarah di Balik Kisah Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani

Sebagian besar sejarawan mengaitkan pembangunan Candi Plaosan dengan masa pemerintahan Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani pada abad ke-9 Masehi. Rakai Pikatan merupakan penguasa dari Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu Siwa, sedangkan Pramodhawardhani adalah putri dari Wangsa Syailendra yang dikenal sebagai pendukung ajaran Buddha Mahayana.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Baca Juga

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Berita Lainnya

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua