Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Arkeologi
»
Detail Berita


Mengungkap Misteri Candi Plaosan, Simbol Cinta dalam Arsitektur Jawa Kuno

Foto: Candi Plaosan dikenal sebagai kompleks candi Buddha yang dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Secara arsitektural, Candi Plaosan merupakan salah satu kompleks percandian yang sangat unik di Indonesia. Kompleks ini terbagi menjadi dua bagian utama yang dikenal sebagai Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Dari kedua bagian tersebut, Plaosan Lor merupakan area yang paling terawat dan paling sering dikunjungi wisatawan.

Salah satu ciri khas yang langsung terlihat adalah keberadaan dua candi induk yang berdiri berdampingan. Bentuk pasangan candi utama ini sering dianggap melambangkan konsep keseimbangan dan keselarasan. Meskipun tidak ada bukti arkeologis yang menyatakan bahwa kedua bangunan tersebut melambangkan Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani, keberadaannya sering dikaitkan dengan kisah pasangan kerajaan tersebut dalam tradisi populer.

Arsitektur Plaosan menunjukkan pengaruh kuat ajaran Buddha Mahayana. Hal ini terlihat dari keberadaan arca Buddha, stupa, serta berbagai elemen dekoratif yang umum ditemukan pada bangunan suci Buddha masa Jawa Kuno. Namun demikian, sejumlah ahli juga mencatat adanya unsur-unsur lokal Jawa yang berkembang secara khas pada masa itu.

Relief-relief yang menghiasi bangunan Plaosan memiliki nilai artistik yang tinggi. Berbagai pahatan menggambarkan tokoh-tokoh manusia, makhluk surgawi, tumbuhan, dan motif dekoratif yang dikerjakan dengan sangat rinci. Salah satu hal yang menarik perhatian para peneliti adalah banyaknya figur perempuan yang dipahat pada bagian luar bangunan. Figur-figur ini sering diidentifikasi sebagai tarā atau tokoh perempuan suci dalam tradisi Buddha Mahayana.

Di sekitar candi utama terdapat puluhan bangunan pendamping yang dahulu membentuk kompleks keagamaan yang luas. Meskipun sebagian besar bangunan tersebut kini hanya tersisa fondasi atau bagian tertentu, susunan tata ruangnya masih dapat dipelajari oleh para arkeolog. Tata letak yang teratur menunjukkan bahwa pembangunan kompleks ini dilakukan dengan perencanaan yang matang.

Seperti banyak candi lain di Jawa Tengah, Plaosan mengalami kerusakan akibat gempa bumi, pelapukan, dan perubahan alam selama berabad-abad. Salah satu gempa besar yang berdampak terhadap kawasan ini terjadi pada tahun 2006 dan menyebabkan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan. Namun melalui berbagai upaya konservasi dan pemugaran, sebagian besar struktur utama berhasil dipertahankan.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Baca Juga

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Berita Lainnya

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua