Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Arkeologi
»
Detail Berita


Mengungkap Misteri Candi Plaosan, Simbol Cinta dalam Arsitektur Jawa Kuno

Foto: Candi Plaosan dikenal sebagai kompleks candi Buddha yang dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Perkawinan keduanya menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Jawa Kuno. Pada masa itu, Wangsa Sanjaya dan Wangsa Syailendra merupakan dua kekuatan besar yang memiliki pengaruh kuat di wilayah Mataram. Hubungan pernikahan antara Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani sering dipandang sebagai simbol persatuan politik sekaligus harmoni antara dua tradisi keagamaan yang berkembang di Jawa.

Meskipun tidak terdapat prasasti yang secara eksplisit menyebut bahwa Plaosan dibangun sebagai "monumen cinta", sejumlah ahli berpendapat bahwa kompleks ini memiliki hubungan erat dengan Pramodhawardhani. Beberapa prasasti dari periode tersebut menunjukkan adanya kegiatan pembangunan bangunan suci Buddha pada masa ketika Rakai Pikatan berkuasa. Fakta inilah yang kemudian melahirkan interpretasi bahwa Plaosan menjadi simbol penghormatan seorang raja Hindu kepada permaisurinya yang beragama Buddha.

Interpretasi tersebut semakin menarik karena pada masa yang hampir bersamaan dibangun pula berbagai bangunan keagamaan besar di kawasan Prambanan. Di satu sisi terdapat kompleks Buddha seperti Plaosan dan Sewu, sementara di sisi lain berdiri kompleks Hindu Prambanan yang megah. Keberadaan berbagai bangunan tersebut menunjukkan bahwa kehidupan keagamaan di Jawa abad ke-9 berlangsung dalam suasana yang relatif harmonis.

Plaosan juga memberikan gambaran mengenai tingkat toleransi yang berkembang pada masa Mataram Kuno. Alih-alih saling meniadakan, unsur-unsur Hindu dan Buddha justru berkembang berdampingan. Situasi ini tercermin dalam berbagai peninggalan arkeologi di Dataran Prambanan yang memperlihatkan hubungan erat antara kedua tradisi tersebut.

Karena itulah, kisah Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani terus melekat pada Candi Plaosan hingga sekarang. Meskipun sebagian unsur ceritanya merupakan interpretasi sejarah yang berkembang kemudian, Plaosan tetap menjadi simbol kuat mengenai persatuan, penghormatan, dan harmoni dalam kehidupan masyarakat Jawa Kuno.

Keindahan Arsitektur yang Memadukan Pengaruh Buddha dan Jawa Kuno

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Baca Juga

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Berita Lainnya

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua