Di antara kemegahan Candi Borobudur dan keindahan Candi Pawon, berdiri sebuah bangunan kuno yang memiliki peran penting dalam sejarah dan tradisi Buddha di Indonesia. Bangunan tersebut adalah Candi Mendut, sebuah candi Buddha yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Meskipun ukurannya tidak sebesar Borobudur, Candi Mendut menyimpan nilai sejarah, arsitektur, dan spiritual yang sangat besar. Salah satu daya tarik utamanya adalah keberadaan tiga arca raksasa di dalam ruang utama candi yang hingga kini masih menjadi objek penghormatan umat Buddha.
Bagi banyak wisatawan, Candi Mendut sering kali hanya menjadi bagian dari perjalanan menuju Borobudur. Namun bagi para sejarawan dan arkeolog, situs ini merupakan salah satu kunci penting untuk memahami perkembangan agama Buddha pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Keberadaan Mendut, Pawon, dan Borobudur dalam satu garis lurus juga menunjukkan bahwa ketiga bangunan tersebut memiliki hubungan religius yang sangat erat.
Terletak sekitar tiga kilometer di sebelah timur Borobudur, Candi Mendut telah berdiri selama lebih dari seribu tahun. Bangunan ini merupakan salah satu candi Buddha tertua yang masih bertahan di Jawa Tengah dan menjadi bukti kemajuan peradaban Nusantara pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi.
Selain sebagai warisan budaya, Candi Mendut masih memiliki fungsi keagamaan hingga sekarang. Setiap tahun, umat Buddha dari berbagai daerah berkumpul di kawasan ini untuk mengikuti rangkaian perayaan Hari Raya Waisak. Prosesi yang dimulai dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur menjadikan situs ini tetap hidup sebagai pusat spiritual yang penting, bukan sekadar peninggalan sejarah.
Jejak Sejarah dari Masa Wangsa Syailendra
Sejarah Candi Mendut dapat ditelusuri melalui Prasasti Karangtengah yang bertarikh tahun 824 Masehi. Prasasti tersebut menyebut sebuah bangunan suci bernama Venuvana, yang oleh banyak ahli diidentifikasi sebagai Candi Mendut. Bangunan ini diduga didirikan pada masa pemerintahan Raja Indra dari Wangsa Syailendra, dinasti yang dikenal sebagai pendukung utama ajaran Buddha Mahayana di Jawa Tengah.
Museum
29 Mei 2026, 15:43 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:32 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:22 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:15 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:08 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:00 WIB
Perspektif
28 Mei 2026, 17:16 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:57 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:54 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:53 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:52 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:51 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:48 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:45 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:44 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:43 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:42 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:34 WIB