Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Arkeologi
»
Detail Berita


Keunikan Candi Mendut, Rumah Arca Buddha Raksasa yang Sakral

Foto: Candi Mendut memiliki ruang utama yang dapat dimasuki. Struktur ini memungkinkan umat melakukan penghormatan secara langsung kepada arca-arca yang berada di dalamnya.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Jika identifikasi tersebut benar, maka Candi Mendut kemungkinan dibangun lebih dahulu daripada penyelesaian akhir Candi Borobudur. Hal ini menunjukkan bahwa Mendut merupakan bagian dari jaringan bangunan suci yang berkembang pada masa kejayaan Wangsa Syailendra.

Keberadaan Mendut tidak dapat dipisahkan dari Borobudur dan Pawon. Ketiga candi tersebut berada pada satu jalur yang hampir lurus dari timur ke barat. Para peneliti berpendapat bahwa susunan ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari konsep religius yang dirancang secara sengaja. Jalur tersebut kemungkinan digunakan dalam prosesi keagamaan yang berkaitan dengan ritual Buddha Mahayana pada masa lalu.

Berbeda dengan Borobudur yang berbentuk stupa raksasa bertingkat, Candi Mendut memiliki ruang utama yang dapat dimasuki. Struktur ini memungkinkan umat melakukan penghormatan secara langsung kepada arca-arca yang berada di dalamnya. Fungsi tersebut menjadikan Mendut sebagai tempat ibadah yang lebih personal dibandingkan Borobudur yang dirancang sebagai monumen simbolis kosmologi Buddha.

Setelah kemunduran kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Jawa, Candi Mendut perlahan ditinggalkan. Selama berabad-abad, sebagian bangunannya tertutup tanah dan vegetasi. Pada abad ke-19, keberadaan candi ini kembali menarik perhatian pemerintah kolonial Belanda yang kemudian melakukan penelitian dan pemugaran. Berkat berbagai upaya konservasi yang dilakukan sejak saat itu, bangunan utama Mendut berhasil diselamatkan dan dapat dinikmati hingga sekarang.

Tiga Arca Raksasa yang Menjadi Jantung Kesakralan Mendut

Hal yang paling membedakan Candi Mendut dari banyak candi Buddha lainnya di Indonesia adalah keberadaan tiga arca besar yang masih berada di posisi aslinya di dalam ruang utama. Ketiga arca tersebut menjadi pusat perhatian setiap pengunjung yang memasuki bangunan candi.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Baca Juga

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Berita Lainnya

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua