Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Arkeologi
»
Detail Berita


Keunikan Candi Mendut, Rumah Arca Buddha Raksasa yang Sakral

Foto: Candi Mendut memiliki ruang utama yang dapat dimasuki. Struktur ini memungkinkan umat melakukan penghormatan secara langsung kepada arca-arca yang berada di dalamnya.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Arca terbesar yang berada di tengah adalah arca Buddha dalam sikap duduk. Arca ini diidentifikasi sebagai Buddha Vairocana, salah satu figur penting dalam tradisi Buddha Mahayana. Dengan tinggi sekitar tiga meter, arca tersebut menjadi salah satu arca Buddha terbesar yang masih berada di tempat asalnya di Indonesia.

Di sisi utara terdapat arca Bodhisattwa Avalokitesvara, tokoh yang melambangkan kasih sayang dan welas asih. Sementara di sisi selatan berdiri arca Bodhisattwa Vajrapani yang dalam tradisi Buddha dikenal sebagai pelindung ajaran Buddha. Ketiga arca ini membentuk komposisi spiritual yang sangat penting dan menjadi inti dari fungsi religius Candi Mendut.

Keberadaan arca-arca tersebut menjadikan ruang utama candi terasa berbeda dibandingkan banyak candi lain yang arca utamanya telah hilang atau rusak. Hingga kini, umat Buddha masih melakukan penghormatan dan meditasi di hadapan ketiga arca tersebut, terutama menjelang perayaan Waisak.

Selain arca utama, dinding luar Candi Mendut juga dihiasi relief-relief yang menarik. Beberapa relief menggambarkan cerita moral dan ajaran kebajikan yang berasal dari tradisi Buddha. Relief-relief ini berfungsi sebagai media pendidikan spiritual bagi masyarakat pada masa lalu.

Salah satu relief yang paling terkenal adalah kisah tentang hewan-hewan yang mengandung pesan moral mengenai kebijaksanaan, kesetiaan, dan akibat dari perilaku buruk. Cerita-cerita tersebut menunjukkan bahwa fungsi candi tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai sarana penyebaran nilai-nilai etika dalam masyarakat.

Dari sisi arsitektur, Candi Mendut memiliki bentuk yang khas. Bangunannya berdiri di atas batur tinggi dengan tangga yang menghadap ke arah barat laut. Atapnya bertingkat dan dihiasi sejumlah stupa kecil yang memperkuat identitas Buddha pada bangunan tersebut. Meskipun ukurannya relatif lebih kecil dibandingkan Borobudur, detail pahatan dan proporsi bangunannya menunjukkan tingkat keterampilan arsitektur yang sangat tinggi.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Baca Juga

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Berita Lainnya

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua