Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Arkeologi
»
Detail Berita


Candi Sambisari, Permata Tersembunyi yang Terkubur Letusan Merapi

Foto: Menurut dugaan, dahulu permukaan tanah daerah di sekeliling candi tidak lebih tinggi dari lahan datar tempat Candi Sambisari berada, namun tanah pasir dan bebatuan yang terbawa oleh letusan G. Merapi pada tahun 1006 telah menimbun daerah itu.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Penelitian awal menunjukkan bahwa batu yang ditemukan merupakan bagian dari bangunan kuno. Penggalian pun dilakukan secara bertahap, dan hasilnya sangat mengejutkan. Di bawah lapisan tanah yang tebal ditemukan sebuah kompleks candi Hindu yang relatif utuh. Penemuan ini segera menjadi salah satu temuan arkeologi terpenting di Indonesia pada abad ke-20.

Proses ekskavasi berlangsung selama bertahun-tahun karena seluruh bagian kompleks berada jauh di bawah permukaan tanah. Para arkeolog harus mengangkat lapisan demi lapisan material yang menutupi bangunan. Seiring berjalannya waktu, bentuk lengkap kompleks candi mulai terlihat, termasuk candi utama, tiga candi perwara, pagar batu, serta berbagai struktur pendukung lainnya.

Berdasarkan kajian arsitektur dan temuan epigrafi, para ahli memperkirakan bahwa Candi Sambisari dibangun sekitar abad ke-9 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Sebuah lempeng emas yang ditemukan di sekitar situs mengandung tulisan yang membantu memperkirakan periode pembangunannya, meskipun tidak secara langsung menyebut nama candi tersebut.

Sebagian besar peneliti mengaitkan Sambisari dengan tradisi Hindu Siwa yang berkembang di Jawa Tengah pada masa itu. Hal ini terlihat dari berbagai unsur keagamaan yang ditemukan di dalam kompleks, termasuk keberadaan lingga dan yoni yang menjadi simbol penting dalam pemujaan Siwa.

Penemuan Sambisari juga memberikan bukti penting mengenai dampak aktivitas vulkanik Gunung Merapi terhadap kehidupan masyarakat masa lampau. Material vulkanik yang menimbun kawasan ini kemungkinan berasal dari letusan besar yang terjadi setelah masa penggunaan candi. Endapan tersebut secara perlahan menutupi bangunan hingga akhirnya hilang dari permukaan dan terlupakan selama berabad-abad.

Karena itulah, Sambisari sering disebut sebagai permata tersembunyi yang terkubur oleh alam. Berbeda dengan banyak candi lain yang mengalami kerusakan akibat penjarahan atau pembongkaran, Sambisari justru terlindungi oleh lapisan tanah yang menutupinya selama ratusan tahun.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Baca Juga

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Berita Lainnya

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua