Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Arkeologi
»
Detail Berita


Candi Sambisari, Permata Tersembunyi yang Terkubur Letusan Merapi

Foto: Menurut dugaan, dahulu permukaan tanah daerah di sekeliling candi tidak lebih tinggi dari lahan datar tempat Candi Sambisari berada, namun tanah pasir dan bebatuan yang terbawa oleh letusan G. Merapi pada tahun 1006 telah menimbun daerah itu.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Lingkungan sekitar candi juga memberikan suasana yang berbeda dibandingkan situs-situs besar lainnya. Karena berada di bawah permukaan tanah, pengunjung akan merasakan kesan seolah memasuki ruang sejarah yang tersembunyi. Dinding-dinding tanah yang mengelilingi kompleks semakin memperkuat pengalaman tersebut.

Selain nilai sejarah dan arsitektur, Sambisari juga menjadi bukti hubungan erat antara manusia dan alam di Pulau Jawa. Kehidupan masyarakat masa lalu sangat dipengaruhi oleh keberadaan gunung berapi yang memberikan kesuburan sekaligus ancaman. Letusan Merapi yang kemungkinan menyebabkan tertimbunnya Sambisari menunjukkan bagaimana kekuatan alam dapat mengubah lanskap dan jalannya sejarah dalam waktu singkat.

Setelah ditemukan kembali, berbagai upaya konservasi dilakukan untuk menjaga kondisi situs. Pemugaran dan penelitian arkeologi membantu mengungkap bentuk asli kompleks sekaligus memastikan bahwa bangunan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Saat ini, Sambisari menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang cukup populer di Yogyakarta, terutama bagi pengunjung yang ingin melihat sisi lain dari peradaban Mataram Kuno.

Keberadaan Candi Sambisari mengingatkan bahwa masih banyak bagian sejarah yang mungkin tersembunyi di bawah tanah Nusantara. Penemuannya menunjukkan bahwa warisan masa lalu tidak selalu berada di tempat yang mudah terlihat. Kadang-kadang, jejak peradaban justru menunggu untuk ditemukan kembali setelah berabad-abad terlupakan.

Sebagai salah satu peninggalan penting Mataram Kuno, Candi Sambisari bukan hanya contoh indah arsitektur Hindu Jawa Tengah, tetapi juga simbol ketahanan sejarah terhadap perubahan alam. Terkubur oleh letusan gunung berapi, terlupakan selama ratusan tahun, lalu ditemukan kembali oleh generasi modern, Sambisari membuktikan bahwa warisan budaya dapat bertahan melampaui waktu dan terus menceritakan kisahnya kepada dunia.
.

 

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum Nasional Indonesia, Penjaga Memori Peradaban Nusantara

Museum

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Sasando Warisan Nada dari Timur Nusantara yang Menyuarakan Harmoni Alam

Heritage Nusantara

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Tari Serimpi, Warisan Kehalusan Budaya Jawa dari Lingkungan Keraton

Heritage Nusantara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Debus Banten, Warisan Ketangguhan dan Spirit Tradisi dari Tanah Jawara

Heritage Nusantara

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Tari Topeng Cirebon, Warisan Spiritualitas dan Seni dari Pesisir Jawa

Heritage Nusantara

Pilihan Redaksi

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Tari Gending Sriwijaya Warisan Keanggunan dari Bumi Sriwijaya

Heritage Nusantara

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Bahasa Daerah di Persimpangan Zaman, Antara Bertahan atau Perlahan Punah

Perspektif

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Laksa Betawi, Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kuliner Berkuah

Kuliner

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Mie Kocok Khas Bandung, Kehangatan Kuliner Berkuah dari Tanah Pasundan

Kuliner

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Se’i Sapi Nusa Tenggara Timur, Teknik Pengasapan Tradisional dan Cita Rasa Otentik

Kuliner

Baca Juga

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Jenang Kudus dan Tradisi Kudapan Manis dalam Budaya Jawa Tengah

Kuliner

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Binte Biluhuta, Sup Jagung Tradisional Gorontalo dengan Rasa Segar Khas Timur

Kuliner

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kaledo Palu, Sup Tulang Sapi yang Menjadi Kebanggaan Sulawesi Tengah

Kuliner

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Nasi Tutug Oncom Tasikmalaya dan Kreativitas Kuliner Masyarakat Sunda

Kuliner

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Rujak Cingur Surabaya: Perpaduan Rasa yang Menjadi Identitas Kota Pahlawan

Kuliner

Berita Lainnya

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Bubur Sumsum Jawa dan Kenangan Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Waktu

Kuliner

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Pecel Madiun dan Budaya Sayur dalam Hidangan Khas Jawa Timur

Kuliner

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Nasi Kuning Manado: Simbol Syukur dalam Tradisi Kuliner Sulawesi

Kuliner

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Soto Lamongan dan Identitas Kuliner Jawa Timur yang Kaya Rasa

Kuliner

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Gohu Ikan, Sashimi Ala Ternate dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Kuliner

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua