Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Fauna
»
Detail Berita


Tatapan Tajam Yaki Sang Penjaga Hutan, Monyet Hitam Sulawesi yang Kian Langka

Foto: Yaki adalah hewan diurnal (aktif di siang hari) yang hidup dalam kelompok besar dan memiliki struktur sosial yang tinggi
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Keunikan lain terletak pada ekornya yang sangat pendek. Jika diamati sekilas, Yaki tampak seperti tidak memiliki ekor sama sekali. Padahal, ekor tersebut tetap ada, hanya saja panjangnya hanya beberapa sentimeter sehingga hampir tidak terlihat. Ciri inilah yang membedakannya dari kebanyakan jenis monyet lainnya.

Ukuran tubuh Yaki tergolong sedang. Jantan memiliki bobot yang lebih besar dibandingkan betina, dengan otot-otot yang tampak lebih kekar. Perbedaan ukuran tersebut berkaitan dengan struktur sosial mereka, di mana pejantan dewasa sering bersaing untuk memperoleh posisi dominan dalam kelompok.

Yaki hidup secara berkelompok dalam jumlah yang cukup besar. Satu kelompok dapat terdiri atas belasan hingga puluhan individu yang dipimpin oleh pejantan dominan. Di dalam kelompok tersebut terdapat sistem sosial yang kompleks. Mereka saling berinteraksi melalui berbagai ekspresi wajah, suara, hingga sentuhan fisik seperti saling membersihkan bulu atau grooming. Aktivitas grooming bukan sekadar membersihkan tubuh, tetapi juga menjadi cara mempererat hubungan sosial antaranggota kelompok.

Primata ini termasuk hewan diurnal, artinya aktif pada siang hari. Sejak matahari terbit, kelompok Yaki mulai bergerak mencari makanan di lantai hutan maupun di pepohonan. Ketika sore menjelang, mereka kembali mencari tempat yang aman untuk beristirahat sebelum malam tiba.

Makanan utama Yaki adalah buah-buahan hutan. Namun, mereka tergolong omnivora sehingga juga mengonsumsi daun muda, bunga, biji-bijian, jamur, serangga, hingga hewan kecil seperti kadal atau kepiting jika tersedia. Pola makan yang beragam membuat mereka mampu beradaptasi terhadap perubahan musim ketika beberapa jenis buah sedang tidak berbuah.

Peran ekologis Yaki sangat penting karena mereka menjadi penyebar biji alami. Buah yang dimakan akan dicerna, sementara bijinya keluar bersama kotoran di lokasi yang berbeda. Cara ini membantu berbagai jenis pohon berkembang biak secara alami sehingga menjaga regenerasi hutan tropis.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Leang Jarie, Jejak Seni Purba yang Menghubungkan Sulawesi dengan Awal Peradaban Manusia

Purbakala

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Gamelan Indonesia Mendapat Tempat Istimewa di Museum Musik Arizona

Peristiwa

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumoh Aceh, Identitas Arsitektur Tradisional Masyarakat Aceh

Rumah Adat

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Siwaluh Jabu, Warisan Arsitektur Tradisional Karo yang Menyimpan Filosofi Kebersamaan

Rumah Adat

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Bolon, Simbol Kebesaran dan Megahnya Budaya Batak Toba

Rumah Adat

Pilihan Redaksi

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Gadang, Mahakarya Arsitektur Adat Tradisional Minangkabau

Rumah Adat

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Gua Metanduno dan Cap Tangan Purba yang Mengubah Sejarah Dunia

Purbakala

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Pemerintah Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

Peristiwa

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Peristiwa

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

House of Sampoerna Surabaya, Jejak Industri Kretek dan Sejarah Kota Pahlawan

Museum

Baca Juga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Kesultanan Serdang, Warisan Melayu yang Tetap Terjaga

Istana Nusantara

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Situs Kendenglembu, Jejak Awal Kehidupan Bercocok Tanam di Pulau Jawa

Purbakala

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata Taman Loang Baloq, Harmoni Wisata Religi dan Budaya Pesisir

Desa Wisata

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata Senaru The Crown Of Lombok Pintu Gerbang Pesona Gunung Rinjani

Desa Wisata

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Menyusuri Pesona Desa Wisata Namu, Permata Tersembunyi di Konawe Selatan

Desa Wisata

Berita Lainnya

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata Taman Laut Olele, Menyelami Keindahan Surga Bawah Laut Gorontalo

Desa Wisata

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi, Tradisi Unik Komunitas Tionghoa Riau

Festival Budaya

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Keraton Jailolo, Mengungkap Kejayaan Kerajaan Tertua Halmahera

Istana Nusantara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Kesultanan Bacan, Sejarah Panjang Kerajaan di Maluku Utara

Istana Nusantara

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata Alam Lembah Bukit Semugang, Pesona Wisata Di Perbatasan

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua