Keunikan lain terletak pada ekornya yang sangat pendek. Jika diamati sekilas, Yaki tampak seperti tidak memiliki ekor sama sekali. Padahal, ekor tersebut tetap ada, hanya saja panjangnya hanya beberapa sentimeter sehingga hampir tidak terlihat. Ciri inilah yang membedakannya dari kebanyakan jenis monyet lainnya.
Ukuran tubuh Yaki tergolong sedang. Jantan memiliki bobot yang lebih besar dibandingkan betina, dengan otot-otot yang tampak lebih kekar. Perbedaan ukuran tersebut berkaitan dengan struktur sosial mereka, di mana pejantan dewasa sering bersaing untuk memperoleh posisi dominan dalam kelompok.
Yaki hidup secara berkelompok dalam jumlah yang cukup besar. Satu kelompok dapat terdiri atas belasan hingga puluhan individu yang dipimpin oleh pejantan dominan. Di dalam kelompok tersebut terdapat sistem sosial yang kompleks. Mereka saling berinteraksi melalui berbagai ekspresi wajah, suara, hingga sentuhan fisik seperti saling membersihkan bulu atau grooming. Aktivitas grooming bukan sekadar membersihkan tubuh, tetapi juga menjadi cara mempererat hubungan sosial antaranggota kelompok.
Primata ini termasuk hewan diurnal, artinya aktif pada siang hari. Sejak matahari terbit, kelompok Yaki mulai bergerak mencari makanan di lantai hutan maupun di pepohonan. Ketika sore menjelang, mereka kembali mencari tempat yang aman untuk beristirahat sebelum malam tiba.
Makanan utama Yaki adalah buah-buahan hutan. Namun, mereka tergolong omnivora sehingga juga mengonsumsi daun muda, bunga, biji-bijian, jamur, serangga, hingga hewan kecil seperti kadal atau kepiting jika tersedia. Pola makan yang beragam membuat mereka mampu beradaptasi terhadap perubahan musim ketika beberapa jenis buah sedang tidak berbuah.
Peran ekologis Yaki sangat penting karena mereka menjadi penyebar biji alami. Buah yang dimakan akan dicerna, sementara bijinya keluar bersama kotoran di lokasi yang berbeda. Cara ini membantu berbagai jenis pohon berkembang biak secara alami sehingga menjaga regenerasi hutan tropis.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB