Di kawasan Prambanan yang terkenal dengan deretan candi Hindu dan Buddha dari masa Mataram Kuno, terdapat sebuah kompleks percandian yang sering kali terlewatkan oleh wisatawan. Padahal, situs ini merupakan salah satu kompleks candi Buddha terbesar di Jawa Tengah setelah Borobudur dan Sewu. Kompleks tersebut adalah Candi Lumbung, sebuah peninggalan bersejarah yang berdiri tidak jauh dari Candi Sewu dan hanya beberapa ratus meter dari kompleks Prambanan.
Meski tidak sepopuler tetangganya yang lebih besar, Candi Lumbung memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang sangat penting. Keberadaannya membantu para peneliti memahami perkembangan agama Buddha di Dataran Prambanan pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi. Selain itu, kompleks ini menunjukkan bahwa kawasan Prambanan bukan hanya pusat pembangunan candi Hindu seperti Prambanan, tetapi juga salah satu pusat utama perkembangan Buddha Mahayana di Nusantara.
Nama Lumbung sebenarnya bukan nama asli yang digunakan pada masa pembangunannya. Sebutan tersebut berasal dari masyarakat setempat yang melihat bentuk bangunan candi menyerupai lumbung atau tempat penyimpanan hasil panen. Sama seperti banyak candi lain di Jawa, nama kuno kompleks ini tidak diketahui secara pasti karena belum ditemukan prasasti yang secara langsung menyebutkan identitas aslinya.
Saat ini, Candi Lumbung menjadi bagian penting dari lanskap arkeologi Prambanan. Lokasinya yang berada di tengah kawasan percandian besar membuatnya memiliki posisi strategis dalam memahami hubungan antara berbagai bangunan suci yang dibangun pada masa kejayaan Mataram Kuno. Bagi pengunjung yang ingin melihat sisi lain warisan Buddha Jawa Tengah, Lumbung menawarkan pengalaman yang lebih tenang namun tetap sarat makna sejarah.
Jejak Perkembangan Buddha Mahayana di Dataran Prambanan
Para ahli memperkirakan bahwa Candi Lumbung dibangun sekitar abad ke-8 atau awal abad ke-9 Masehi, pada masa ketika Dinasti Syailendra memiliki pengaruh besar dalam perkembangan agama Buddha di Jawa Tengah. Perkiraan ini didasarkan pada kesamaan gaya arsitektur dan tata ruang dengan kompleks Buddha lain di kawasan Prambanan, terutama Candi Sewu.
Museum
29 Mei 2026, 15:43 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:32 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:22 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:15 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:08 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:00 WIB
Perspektif
28 Mei 2026, 17:16 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:57 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:54 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:53 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:52 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:51 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:48 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:45 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:44 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:43 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:42 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:34 WIB