Di kawasan karst yang menjulang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terdapat gugusan gua-gua alami yang menyimpan salah satu jejak seni manusia tertua di dunia. Kawasan ini dikenal sebagai Leang-Leang, sebuah situs prasejarah yang menjadi saksi bisu kehidupan manusia ribuan hingga puluhan ribu tahun yang lalu. Di dinding-dinding guanya, tergambar lukisan tangan dan hewan purba yang menjadi bukti bahwa manusia prasejarah di Nusantara telah memiliki kemampuan berekspresi simbolik yang sangat awal.
Leang-Leang bukan hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia. Penemuan lukisan-lukisan gua di kawasan ini menempatkan Sulawesi dalam peta penting penelitian seni prasejarah global. Beberapa lukisan di Maros-Pangkep diperkirakan berusia sangat tua berdasarkan analisis ilmiah, menjadikannya salah satu bukti awal keberadaan seni figuratif manusia di dunia.
Kawasan Leang-Leang berada di dalam lanskap karst Maros-Pangkep yang khas, dengan tebing-tebing batu kapur menjulang dan lembah hijau di antaranya. Gua-gua yang terbentuk secara alami di dinding karst ini menjadi tempat perlindungan sekaligus ruang kehidupan bagi manusia prasejarah. Di dalam gua-gua inilah mereka meninggalkan jejak berupa lukisan, cap tangan, serta artefak batu yang hingga kini masih dipelajari oleh para peneliti.
Nama leang sendiri berasal dari bahasa setempat yang berarti gua. Penamaan ini merujuk pada banyaknya gua yang tersebar di kawasan tersebut, masing-masing dengan karakter dan temuan arkeologis yang berbeda. Leang-Leang menjadi istilah umum yang merujuk pada kompleks gua prasejarah di wilayah Maros yang memiliki nilai arkeologi tinggi.
Lukisan Gua yang Mengubah Sejarah Seni Dunia
Daya tarik utama Leang-Leang terletak pada lukisan-lukisan prasejarah yang terdapat di dinding guanya. Lukisan tersebut terutama berupa cap tangan manusia dan gambar hewan yang diduga merupakan fauna yang hidup di wilayah Sulawesi pada masa lampau. Lukisan-lukisan ini dibuat menggunakan pigmen alami yang kemudian melekat kuat pada permukaan batu kapur gua.
Museum
29 Mei 2026, 15:43 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:32 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:22 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:15 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:08 WIB
Heritage Nusantara
29 Mei 2026, 15:00 WIB
Perspektif
28 Mei 2026, 17:16 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:57 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:54 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:53 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:52 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:51 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:49 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:47 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 16:45 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:48 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:46 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:45 WIB
Kuliner
28 Mei 2026, 11:44 WIB