Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Candi
»
Detail Berita


Candi Tikus, Pemandian Kerajaan Majapahit yang Unik

Foto: Penamaan Candi Tikus bermula dari cerita masyarakat setempat ketika situs ini ditemukan kembali pada awal abad ke-20. Saat itu, area tersebut dilaporkan menjadi sarang tikus, sehingga masyarakat kemudian menyebutnya dengan nama tersebut.
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Mojokerto, Indonesianer.com -- Candi Tikus adalah sebuah peninggalan dari kerajaan yang bercorak Hindu yang terletak di Kompleks Trowulan, tepatnya di dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Di tengah kawasan bersejarah Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, terdapat sebuah situs yang memiliki bentuk sangat berbeda dibandingkan kebanyakan peninggalan Majapahit lainnya. Candi Tikus, demikian nama yang kini dikenal, merupakan kompleks pemandian kuno yang diperkirakan berasal dari masa kejayaan Kerajaan Majapahit pada abad ke-14 hingga ke-15 Masehi. Keunikan bentuknya yang menyerupai kolam bertingkat dengan struktur simetris menjadikannya salah satu temuan arkeologi paling menarik di Indonesia.

Berbeda dengan candi pada umumnya yang berbentuk bangunan menjulang, Candi Tikus justru berada di bawah permukaan tanah. Struktur ini berupa kolam pemandian dengan tangga turun di salah satu sisinya, lengkap dengan bangunan kecil menyerupai menara di bagian tengah. Penemuan situs ini sempat mengejutkan para peneliti karena tidak sesuai dengan gambaran umum candi Hindu-Buddha yang biasanya berdiri di atas tanah dan memiliki struktur vertikal.

Nama “Candi Tikus” sendiri berasal dari cerita masyarakat setempat ketika situs ini ditemukan kembali pada awal abad ke-20. Saat itu, area tersebut dilaporkan menjadi sarang tikus, sehingga masyarakat kemudian menyebutnya dengan nama tersebut. Namun, dalam konteks sejarah, fungsi asli bangunan ini jelas bukan berkaitan dengan tikus, melainkan sebagai bagian dari sistem air suci atau petirtaan kerajaan Majapahit.

Sebagai bagian dari kawasan Trowulan yang diyakini sebagai pusat ibu kota Majapahit, Candi Tikus memberikan gambaran penting mengenai sistem tata kota dan kehidupan masyarakat pada masa itu. Keberadaan pemandian ini menunjukkan bahwa Majapahit memiliki perhatian besar terhadap pengelolaan air, baik untuk kebutuhan ritual maupun kehidupan sehari-hari.

Petirtaan Suci dalam Kehidupan Majapahit

Candi Tikus diperkirakan berfungsi sebagai petirtaan, yaitu tempat pemandian suci yang memiliki makna ritual dalam tradisi Hindu-Buddha Jawa Kuno. Dalam konsep keagamaan pada masa itu, air dianggap sebagai elemen penting yang memiliki kekuatan penyucian. Oleh karena itu, tempat pemandian seperti ini tidak hanya digunakan untuk aktivitas fisik, tetapi juga untuk upacara spiritual.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya Isen Mulang, Kebanggaan Suku Dayak Kalimantan Tengah

Festival Budaya

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Tanjung Kelayang, Melestarikan Budaya Bahari Pulau Belitung

Festival Budaya

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Gandrung Sewu Banyuwangi, Tarian Kolosal di Tepi Selat Bali

Festival Budaya

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Mengenang Letusan Bersejarah Gunung Krakatau yang Mengubah Dunia

Festival Budaya

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Tomohon International Flower Festival, Karnaval Bunga dari Sulawesi Utara

Festival Budaya

Pilihan Redaksi

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Tabut Bengkulu, Jejak Sejarah Islam dalam Tradisi Nusantara

Festival Budaya

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Eksplorasi Geopark Gunung Sewu, Negeri Seribu Bukit Karst Nusantara

Geopark

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Ciletuh Amphitheater, Warisan Geologi Purba di Sukabumi, Jawa Barat

Geosite

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Danau Toba, Sebuah Perpaduan Alam dan Tradisi Budaya Batak

Festival Budaya

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Lembah Baliem, Atraksi Budaya Suku-Suku dari Pegunungan Papua

Festival Budaya

Baca Juga

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Merawat Tradisi Sakralnya Kirab Malam 1 Suro di Surakarta

Peristiwa

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Kisah Sukses Pengembangan Pariwisata Desa Wisata Ponggok Klaten

Desa Wisata

Menjelajah Alam dan Budaya Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi

Menjelajah Alam dan Budaya Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi

Desa Wisata

Potensi Wisata Berbasis Masyarakat Desa Wisata Candirejo Magelang

Potensi Wisata Berbasis Masyarakat Desa Wisata Candirejo Magelang

Desa Wisata

Menikmati Suasana Asri Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang

Menikmati Suasana Asri Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang

Desa Wisata

Berita Lainnya

Mengungkap Pesona Desa Wisata Baduy yang Tetap Menjaga Tradisi

Mengungkap Pesona Desa Wisata Baduy yang Tetap Menjaga Tradisi

Desa Wisata

Festival Cap Go Meh Singkawang, Perayaan Tionghoa Terbesar di Indonesia

Festival Cap Go Meh Singkawang, Perayaan Tionghoa Terbesar di Indonesia

Festival Budaya

Keunikan Rumah Adat dan Budaya di Desa Wisata Sade, Nusa Tenggara Barat

Keunikan Rumah Adat dan Budaya di Desa Wisata Sade, Nusa Tenggara Barat

Desa Wisata

Menyusuri Tradisi Leluhur di Desa Wisata Wae Rebo Nusa Tenggara Timur

Menyusuri Tradisi Leluhur di Desa Wisata Wae Rebo Nusa Tenggara Timur

Desa Wisata

Mengenal Desa Wisata Pentingsari, Destinasi Edukasi dan Petualangan Keluarga di Lereng Merapi

Mengenal Desa Wisata Pentingsari, Destinasi Edukasi dan Petualangan Keluarga di Lereng Merapi

Desa Wisata

Benteng Kolonial
Lihat Semua
Taman Nasional
Lihat Semua