Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Eksplorasi
»
Detail Berita


Uniknya Udang Selingkuh, Udang Khas di Kawasan Pegunungan Papua

Foto: Udang selingkuh papua
Pemasangan Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Papua, Indonesianer.com — Udang ini bisa diolah menjadi beragam masakan seperti udang saus tiram, udang lada hitam, udang asam manis, atau udang saus padang.

Dataran tinggi Papua menyimpan banyak kekayaan biodiversitas tersembunyi dan belum banyak diketahui orang. Salah satunya adalah udang selingkuh yang hidup di sungai-sungai di Pegunungan Papua pada ketinggian 1.650-1750 meter di atas permukaan laut. Penampilannya cukup unik karena memiliki tubuh layaknya udang, namun pada dua lengan besarnya terdapat capit laksana kepiting.

Ciri lain dari udang selingkuh yaitu memiliki cangkang lebih keras dari udang biasa. Ukuran capitnya lebih kecil dari kepiting biasa, serta memiliki warna tubuh hitam agak kebiruan. Sejatinya hewan ini adalah lobster air tawar (freshwater crayfish) atau udang karang meski ukuran tubuhnya tidaklah sebesar lobster air asin.

Masyarakat setempat lebih mengenalnya sebagai udang selingkuh karena bentuk khasnya. Habitat alaminya ada di Sungai Baliem, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Secara ilmiah, udang selingkuh ini masuk ke dalam genus Cherax sp dan merupakan organisme dasar serta pemakan di dasar perairan.

Seperti dikutip dari Mongabay, Pegunungan Papua memiliki 13 spesies Cherax, di antaranya adalah Cherax monticola yang hidup di Sungai Baliem. Kemudian ada juga spesies Cherax lorenzi yang dijumpai di bagian barat pegunungan Papua hingga Sungai Lorentz. Udang selingkuh juga dapat ditemui di perairan Danau Habema, Danau Paniai, Danau Tage, dan Danau Tigi.

Diketahui bahwa habitat alami Cherax sp memang berada di danau, rawa atau sungai yang berlokasi di daerah pegunungan. Ini seperti dikutip dari jurnal penelitian yang disusun Hendri S Lekatompessy dan Gretha W Da Costa pada 2019 berjudul Inventarisasi Jenis-jenis Lobster Air Tawar (Cherax Sp.) Di Danau Tigi Kampung Widimei Kabupaten Deiyai.

Di samping itu, lobster air tawar Cherax sp bersifat endemik karena terdapat spesifikasi pada spesies lobster air tawar yang ditemukan di habitat alam tertentu. Peneliti juga menemukan bahwa persebaran lobster air tawar Cherax sp ini tidak ditemukan pada semua tempat dan hanya terbatas pada wilayah-wilayah tertentu. Artinya, lobster Cherax penyebarannya termasuk dalam kisaran sempit.

Peneliti pada Pusat Riset Arkeologi Lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hari Suroto menjelaskan, dalam sebuah ekspedisi penelitian hunian awal prasejarah yang dilakukan peneliti dari Balai Arkeologi Papua pada 2019 di Lembah Baliem, ditemukan pula spesies lain dari udang selingkuh.

Lokasinya berada di dalam Gua Tobece, Kampung Parema, Distrik Wesaput, Wamena. Ukuran tubuhnya lebih kecil, sekitar 1--1,5 sentimeter dan transparan sehingga organ dalamnya dapat terlihat jelas.

Masyarakat Suku Dani kerap menjadikan lobster air tawar ini bagian dari lauk makanan mereka dan ditangkap di sungai sekitar Lembah Baliem hanya dengan tangan kosong atau dengan bantuan alat serok terbuat dari rajutan kulit kayu pohon melinjo. Sebagian lainnya menangkap hewan unik ini menggunakan jala atau alat pancing.

Menurut Hari, sampai saat ini belum banyak masyarakat di sekitar Wamena yang sanggup membudidayakan udang selingkuh dan lebih memilih menangkapnya di alam bebas. Udang selingkuh telah menjadi hidangan favorit di rumah makan Kota Wamena.

Sebab, daging udang selingkuh memiliki tekstur mirip seperti lobster, yakni padat, lembut, dan berserat. Seperti juga bentuknya, cita rasa udang selingkuh sangatlah unik. Dagingnya yang lembut, gurih dan sedikit manis. Sehingga cocok bila dipadukan dengan aneka bumbu. Seluruh bagian tubuh udang selingkuh bisa dimakan kecuali kepala.

Udang ini bisa diolah menjadi beragam masakan seperti udang saus tiram, udang lada hitam, udang asam manis atau udang saus padang. Karena teksturnya lembut dan padat serta rasanya gurih manis, maka masyarakat Wamena jarang menambahkan banyak bumbu ke dalam masakan berbahan udang selingkuh. Cara memasaknya bisa dibakar atau direbus.

Udang selingkuh juga memiliki kandungan gizi yang baik dengan kalsium dan protein yang tinggi di dalamnya. Udang selingkuh mengandung mineral berupa selenium, fosfor, magnesium, sodium, dan zinc dalam kadar yang sesuai dengan kebutuhan gizi manusia. Udang selingkuh juga termasuk makanan yang rendah kalori. Dalam 100 gram daging udang segar terkandung 106 kalori.

Guna mencegah makin berkurangnya populasi udang selingkuh di habitatnya, Balai Perikanan Budi Daya Air Tawar Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan Perikanan membuat terobosan. Mereka mengembangkan teknologi budi daya lobster air tawar ini secara terpadu di Tatelu, Sulawesi Utara.

Melalui upaya tersebut, diharapkan fauna khas Papua tersebut dapat menjadi komoditas yang bernilai ekonomi tinggi, menjadi salah satu andalan perikanan budi daya di Papua.

Disclaimer :
Konten ini adalah berita Advertorial. Seluruh isi content dan/atau material yang ada di dalamnya sepenuhnya merupakan tanggungjawab pihak pemasang iklan.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Perguruan Tinggi Swasta Dituntut Lebih Agresif dan Inovatif Menarik Calon Mahasiswa Baru

Edukasi

Strategi Efektif Meningkatkan Omzet UMKM Lewat Advertorial Media Online

Ekonomi

Pentingnya Kehadiran Orang Tua Dampingi Mahasiswa Menuju Masa Depan

Edukasi

Prospek Lulusan dan Dunia Kerja, Menyiapkan Karier Mahasiswa di Era Kompetitif

Edukasi

Tips Memilih Program Studi Terbaik 2026, Panduan Lengkap untuk Calon Mahasiswa

Edukasi

Pemasangan Iklan

Pilihan Redaksi

10 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

Edukasi

KEK Industropolis Batang, Kawasan Industri Manufaktur Modern yang Berkelanjutan

Ekonomi

KEK Edukasi, Teknologi dan Kesehatan, Pusat Pendidikan dan Inovasi Asia Tenggara

Ekonomi

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam Miliki Fasilitas Medis Setara Singapura dan Malaysia

Ekonomi

KEK Likupang, Destinasi Wisata Maritim Unggulan Kelas Dunia di Sulawesi Utara

Ekonomi

Pemasangan Iklan

Baca Juga

KEK Tanjung Sauh Diproyeksikan Jadi Pusat Industri Elektronik Indonesia

Ekonomi

KEK Singhasari Fokus Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital dan Kultural

Ekonomi

KEK Batam Aero Technic Diproyeksikan Jadi Pusat Industri Aviasi di Asia Tenggara

Ekonomi

KEK Morotai, Motor Penggerak Industri Pariwisata dan Perikanan Indonesia Timur

Ekonomi

KEK Galang Batang Dikembangkan Sebagai Pusat Industri Pengolahan Bauksit

Ekonomi

Pemasangan Iklan

Berita Lainnya

KEK Arun Lhokseumawe Berpotensi Jadi Basis Pengembangan Industri Energi Nasional

Ekonomi

KEK Sei Mangkei, Pusat Hilirisasi Sawit dan Karet dengan Infrastruktur Modern

Ekonomi

Indonesia Pemimpin Dunia dalam Konservasi Biodiversitas melalui Proyek Enable dan Spare

Peristiwa

Dr. Teuku Syahrul Ansari, Akademisi, Praktisi Hukum dan Penggerak Business Judgement Rule di Indonesia

Inspirasi

KEK Nongsa Digital Park Batam, Pijakan Digital Bridge Indonesia di Asia Tenggara

Ekonomi

Pemasangan Iklan
Eksplorasi
Lihat Semua