Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Sumatera Selatan
»
Purbakala


Situs Pasemah Pagar Alam, Negeri Arca Megalitik Terbesar di Sumatra

Foto: Wilayah ini terkenal sebagai pusat kebudayaan, permukiman Suku Pasemah, serta destinasi wisata yang kaya akan situs sejarah peninggalan zaman megalitikum.
Warta Konsumen Indonesia

Pagar Alam, Indonesianer.com -- Kawasan Pasemah (atau Besemah) terletak di Dataran Tinggi Pasemah, Provinsi Sumatera Selatan. Wilayah ini secara administratif mencakup Kota Pagar Alam sebagai pusat utamanya serta wilayah di sekitarnya seperti Kabupaten Lahat, Muara Enim, dan Empat Lawang, yang berada di kaki Gunung Dempo dan kawasan Bukit Barisan.

Di kaki Pegunungan Bukit Barisan yang membentang di wilayah Sumatra Selatan, terdapat sebuah kawasan yang menyimpan salah satu warisan prasejarah paling mengagumkan di Indonesia. Kawasan itu adalah Pasemah, sebuah dataran tinggi yang kini sebagian besar berada di wilayah Kota Pagar Alam, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Empat Lawang. Bagi sebagian wisatawan, nama Pasemah mungkin belum sepopuler Borobudur atau Prambanan. Namun bagi para arkeolog dan peneliti sejarah, Pasemah merupakan salah satu pusat kebudayaan megalitik terpenting di Asia Tenggara.

Keistimewaan Pasemah terletak pada jumlah, ukuran, dan keragaman peninggalan megalitik yang tersebar di berbagai sudut wilayahnya. Di kawasan ini ditemukan ratusan situs yang berisi arca batu, dolmen, batu datar, kubur batu, menhir, hingga struktur batu lainnya yang diperkirakan berasal dari ribuan tahun lalu. Tidak sedikit ahli yang menyebut Pasemah sebagai kawasan megalitik terbesar di Sumatra dan salah satu yang paling unik di Indonesia.

Berbeda dengan peninggalan megalitik di banyak daerah lain yang umumnya berupa batu tegak atau bangunan sederhana, arca-arca Pasemah memiliki bentuk yang sangat ekspresif. Banyak di antaranya menggambarkan manusia, hewan, maupun perpaduan keduanya dalam pose yang dinamis. Karya-karya batu tersebut menunjukkan kemampuan artistik yang tinggi dan memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat yang pernah menghuni kawasan ini pada masa lampau.

Keberadaan situs-situs megalitik Pasemah mulai menarik perhatian dunia ilmiah sejak masa kolonial Belanda. Pada awal abad ke-20, sejumlah peneliti mendokumentasikan berbagai temuan arkeologi yang tersebar di dataran tinggi Pasemah. Sejak saat itu, kawasan ini terus menjadi objek penelitian karena menyimpan banyak pertanyaan tentang asal-usul, fungsi, dan makna dari peninggalan-peninggalan batu raksasa tersebut.

Lanskap alam Pasemah turut menambah daya tarik kawasan ini. Dataran tinggi yang sejuk, perbukitan hijau, lembah subur, serta kehadiran Gunung Dempo sebagai latar belakang menciptakan pemandangan yang memukau. Tidak mengherankan jika masyarakat prasejarah memilih kawasan ini sebagai tempat bermukim. Kesuburan tanah vulkanik dan ketersediaan sumber air menjadikan Pasemah sebagai wilayah yang ideal untuk kehidupan manusia sejak ribuan tahun lalu.

Hingga kini, banyak situs megalitik masih dapat ditemukan di tengah persawahan, perkebunan, maupun perkampungan penduduk. Keberadaan peninggalan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa dataran tinggi Pasemah pernah menjadi pusat kebudayaan yang berkembang jauh sebelum lahirnya kerajaan-kerajaan besar di Nusantara.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua