Pada masa itu, Portugis bersekutu dengan Kesultanan Ternate, sedangkan Spanyol menjalin hubungan politik dengan Kesultanan Tidore. Persaingan antara kedua bangsa Eropa tersebut membuat wilayah Maluku menjadi arena perebutan pengaruh yang sangat intens.
Benteng Tahula dibangun sebagai pusat pertahanan sekaligus pengawasan jalur perdagangan rempah-rempah. Lokasinya dipilih di area perbukitan agar dapat memantau aktivitas laut dan pergerakan kapal dari jarak jauh.
Nama “Tahula” berasal dari bahasa lokal yang memiliki arti terkait posisi tinggi atau pengawasan. Hal tersebut sesuai dengan fungsi benteng sebagai titik pemantauan strategis di Pulau Tidore.
Selain digunakan untuk kepentingan militer, benteng ini juga menjadi tempat perlindungan dan pusat koordinasi pasukan kolonial di wilayah Tidore.
Dalam perkembangannya, Benteng Tahula beberapa kali mengalami perubahan penguasaan seiring konflik antara Portugis, Spanyol, Belanda, dan kerajaan-kerajaan lokal di Maluku.
Tidore dan Jalur Rempah Dunia
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB