Pada masa itu, Portugis bersekutu dengan Kesultanan Ternate, sedangkan Spanyol menjalin hubungan politik dengan Kesultanan Tidore. Persaingan antara kedua bangsa Eropa tersebut membuat wilayah Maluku menjadi arena perebutan pengaruh yang sangat intens.
Benteng Tahula dibangun sebagai pusat pertahanan sekaligus pengawasan jalur perdagangan rempah-rempah. Lokasinya dipilih di area perbukitan agar dapat memantau aktivitas laut dan pergerakan kapal dari jarak jauh.
Nama “Tahula” berasal dari bahasa lokal yang memiliki arti terkait posisi tinggi atau pengawasan. Hal tersebut sesuai dengan fungsi benteng sebagai titik pemantauan strategis di Pulau Tidore.
Selain digunakan untuk kepentingan militer, benteng ini juga menjadi tempat perlindungan dan pusat koordinasi pasukan kolonial di wilayah Tidore.
Dalam perkembangannya, Benteng Tahula beberapa kali mengalami perubahan penguasaan seiring konflik antara Portugis, Spanyol, Belanda, dan kerajaan-kerajaan lokal di Maluku.
Tidore dan Jalur Rempah Dunia
Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB
Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB
Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB
Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB
Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB
Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB
Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB