Kesultanan Tidore memiliki peran penting dalam sejarah perdagangan rempah-rempah dunia. Bersama Ternate, Tidore menjadi pusat produksi cengkeh yang sangat diburu pedagang internasional.
Hubungan Tidore dengan Spanyol membuat wilayah ini memiliki posisi strategis dalam persaingan kolonial di Asia Tenggara. Benteng Tahula menjadi salah satu simbol hubungan politik tersebut.
Pada abad ke-16 hingga ke-17, rempah-rempah dari Maluku memiliki nilai ekonomi sangat tinggi di pasar Eropa. Cengkeh bahkan dianggap sebagai komoditas mewah yang nilainya dapat menyamai emas.
Karena itu, bangsa-bangsa Eropa membangun benteng pertahanan di berbagai wilayah Maluku untuk mengamankan jalur perdagangan dan mempertahankan monopoli rempah-rempah.
Benteng Tahula menjadi bagian dari jaringan pertahanan kolonial di Tidore yang berfungsi menjaga kepentingan ekonomi dan politik bangsa asing di kawasan tersebut.
Bentuk dan Struktur Benteng
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Flora
26 Jun 2026, 8:25 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB