Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Kuliner
»
Detail Berita


Tinutuan Manado, Bubur Sehat dengan Jejak Budaya Khas Sulawesi Utara

Foto: Bubur Tinutuan salah satu hidangan yang paling dikenal sekaligus memiliki karakter unik.
Pemasangan Iklan
Oleh : Puji Kriswindarti

Proses memasak tinutuan relatif sederhana tetapi membutuhkan perhatian terhadap urutan bahan. Beras dimasak hingga menjadi bubur, lalu ditambahkan jagung dan labu agar menghasilkan rasa manis alami serta tekstur lembut. Setelah itu, berbagai sayuran dimasukkan pada tahap akhir agar tetap segar dan tidak kehilangan warna maupun nutrisi.

Berbeda dari bubur lain yang banyak menggunakan santan atau kaldu berat, tinutuan mengandalkan kesegaran bahan alami sebagai kekuatan rasa utama. Inilah yang membuatnya terasa ringan dan mudah dinikmati pada pagi hari. Masyarakat Manado memang sejak lama menjadikan tinutuan sebagai menu sarapan yang menghangatkan sekaligus memberi energi untuk memulai aktivitas.

Namun tinutuan jarang disantap sendirian. Hidangan ini hampir selalu disertai pelengkap yang memperkaya rasa dan tekstur. Ikan asin goreng, sambal roa, perkedel nike, tahu goreng, atau sambal pedas menjadi pasangan yang umum ditemukan. Kehadiran pelengkap tersebut menciptakan keseimbangan antara lembutnya bubur dan rasa gurih maupun pedas yang kuat.

Sambal roa memiliki hubungan yang sangat erat dengan tinutuan. Sambal berbahan ikan roa asap ini menghadirkan rasa pedas dan aroma khas yang menjadi identitas kuliner Sulawesi Utara. Banyak penikmat tinutuan merasa bahwa pengalaman menikmati Bubur Manado belum lengkap tanpa kehadiran sambal roa di sampingnya.

Di lingkungan masyarakat Manado, tinutuan juga memiliki fungsi sosial yang penting. Hidangan ini sering hadir dalam kegiatan keluarga maupun pertemuan informal. Karena mudah dibuat dalam jumlah besar, tinutuan menjadi makanan yang cocok untuk disantap bersama. Dari sinilah ia berkembang sebagai simbol keakraban dan kebersamaan.

Menariknya, tinutuan juga mencerminkan kemampuan masyarakat Sulawesi Utara menjaga hubungan dengan alam. Pemanfaatan sayuran lokal dan bahan yang tersedia sesuai musim menunjukkan adanya pola konsumsi yang dekat dengan prinsip keberlanjutan. Sebelum istilah pangan sehat atau ramah lingkungan populer seperti sekarang, masyarakat telah mempraktikkannya melalui tradisi makan sehari-hari.



Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Perguruan Tinggi Swasta Dituntut Lebih Agresif dan Inovatif Menarik Calon Mahasiswa Baru

Edukasi

Strategi Efektif Meningkatkan Omzet UMKM Lewat Advertorial Media Online

Ekonomi

Pentingnya Kehadiran Orang Tua Dampingi Mahasiswa Menuju Masa Depan

Edukasi

Prospek Lulusan dan Dunia Kerja, Menyiapkan Karier Mahasiswa di Era Kompetitif

Edukasi

Tips Memilih Program Studi Terbaik 2026, Panduan Lengkap untuk Calon Mahasiswa

Edukasi

Pemasangan Iklan

Pilihan Redaksi

10 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi EduRank 2025

Edukasi

KEK Industropolis Batang, Kawasan Industri Manufaktur Modern yang Berkelanjutan

Ekonomi

KEK Edukasi, Teknologi dan Kesehatan, Pusat Pendidikan dan Inovasi Asia Tenggara

Ekonomi

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam Miliki Fasilitas Medis Setara Singapura dan Malaysia

Ekonomi

KEK Likupang, Destinasi Wisata Maritim Unggulan Kelas Dunia di Sulawesi Utara

Ekonomi

Pemasangan Iklan

Baca Juga

KEK Tanjung Sauh Diproyeksikan Jadi Pusat Industri Elektronik Indonesia

Ekonomi

KEK Singhasari Fokus Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital dan Kultural

Ekonomi

KEK Batam Aero Technic Diproyeksikan Jadi Pusat Industri Aviasi di Asia Tenggara

Ekonomi

KEK Morotai, Motor Penggerak Industri Pariwisata dan Perikanan Indonesia Timur

Ekonomi

KEK Galang Batang Dikembangkan Sebagai Pusat Industri Pengolahan Bauksit

Ekonomi

Pemasangan Iklan

Berita Lainnya

KEK Arun Lhokseumawe Berpotensi Jadi Basis Pengembangan Industri Energi Nasional

Ekonomi

KEK Sei Mangkei, Pusat Hilirisasi Sawit dan Karet dengan Infrastruktur Modern

Ekonomi

Indonesia Pemimpin Dunia dalam Konservasi Biodiversitas melalui Proyek Enable dan Spare

Peristiwa

Dr. Teuku Syahrul Ansari, Akademisi, Praktisi Hukum dan Penggerak Business Judgement Rule di Indonesia

Inspirasi

KEK Nongsa Digital Park Batam, Pijakan Digital Bridge Indonesia di Asia Tenggara

Ekonomi

Pemasangan Iklan
Eksplorasi
Lihat Semua