Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
Peristiwa


Inilah Daftar Geopark Indonesia yang Resmi Diakui UNESCO Tahun 2026

Foto: Geopark Kebumen, salah satu geopark terbaru yang diakui oleh Global Geopark Unesco.
Warta Konsumen Indonesia

Jakarta, Indonesianer.com — Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu negara dengan kekayaan geologi terbesar di dunia. Hingga tahun 2026, terdapat 12 kawasan geopark Indonesia yang telah resmi menyandang status UNESCO Global Geopark (UGGp), sebuah pengakuan internasional yang diberikan oleh UNESCO kepada kawasan yang memiliki warisan geologi bernilai global dan dikelola secara berkelanjutan untuk kepentingan konservasi, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Status UNESCO Global Geopark menjadi bukti bahwa suatu kawasan tidak hanya memiliki bentang alam yang unik, tetapi juga mampu mengintegrasikan pelestarian lingkungan, pengembangan wisata berkelanjutan, dan pelestarian budaya lokal. Pengakuan ini juga menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan geologi Nusantara kepada dunia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis geowisata.

Pada tahun 2025, Indonesia menambah dua anggota baru dalam jaringan UNESCO Global Geopark, yakni Geopark Kebumen dan Geopark Meratus. Dengan penambahan tersebut, hingga tahun 2026 Indonesia memiliki total 12 UNESCO Global Geopark yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Masing-masing geopark menyimpan kisah panjang perjalanan bumi selama jutaan bahkan ratusan juta tahun yang tercermin melalui gunung api, karst, fosil purba, pegunungan, hingga gugusan pulau karang tropis.

1. Geopark Batur

Geopark Batur merupakan UNESCO Global Geopark pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan pada tahun 2012. Kawasan ini berpusat pada Kaldera Batur yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik purba. Lanskapnya didominasi Gunung Batur dan Danau Batur yang menjadi salah satu ikon wisata Bali. Selain nilai geologinya yang tinggi, kawasan ini juga mempertahankan tradisi masyarakat Bali Aga yang telah hidup berdampingan dengan lingkungan vulkanik selama berabad-abad. Selengkapnya

2. Geopark Gunung Sewu

Geopark Gunung Sewu dikenal sebagai salah satu bentang alam karst tropis terbaik di dunia. Ribuan bukit kapur, gua, dan sungai bawah tanah membentuk lanskap unik yang membentang di tiga provinsi. Kawasan ini menjadi bukti proses geologi yang berlangsung selama jutaan tahun sekaligus berfungsi sebagai penyimpan air alami yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat di kawasan selatan Pulau Jawa. Selengkapnya

3. Geopark Ciletuh-Palabuhanratu

Terletak di Kabupaten Sukabumi, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menyimpan jejak penting evolusi geologi Pulau Jawa. Kawasan ini terkenal dengan amfiteater alam raksasa yang dikelilingi tebing, perbukitan, dan sejumlah air terjun. Berbagai formasi batuan tua yang tersingkap di wilayah ini menjadi objek penelitian geologi sekaligus daya tarik wisata yang semakin populer di tingkat internasional. Selengkapnya

4. Geopark Rinjani-Lombok

Geopark Rinjani-Lombok berpusat pada Gunung Rinjani yang menjulang setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini memiliki beragam fenomena geologi menarik, termasuk Danau Segara Anak yang berada di dalam kaldera. Selain menyajikan panorama alam yang spektakuler, geopark ini juga memperlihatkan hubungan erat antara lingkungan alam dan budaya masyarakat Sasak yang telah berkembang selama ratusan tahun. Selengkapnya

5. Geopark Kaldera Toba

Kaldera Toba merupakan salah satu situs geologi paling terkenal di dunia. Danau Toba terbentuk akibat letusan supervulkan sekitar 74.000 tahun lalu yang menghasilkan kaldera raksasa berukuran sekitar 100 kilometer. Peristiwa tersebut diyakini sebagai salah satu letusan terbesar dalam sejarah bumi. Selain menjadi laboratorium alam bagi para ilmuwan, kawasan ini juga merupakan pusat kebudayaan masyarakat Batak. Selengkapnya

6. Geopark Belitong

Geopark Belitong terkenal berkat hamparan batuan granit raksasa yang menghiasi pantai-pantainya. Batuan tersebut terbentuk melalui proses geologi yang sangat panjang dan menjadi ciri khas utama lanskap Belitung. Keindahan alamnya yang berpadu dengan sejarah pertambangan timah serta budaya maritim masyarakat setempat menjadikan geopark ini memiliki nilai yang unik dan berbeda dari kawasan lainnya. Selengkapnya

7. Geopark Ijen

Geopark Ijen dikenal karena keberadaan Kawah Ijen yang memiliki danau asam terbesar di dunia. Kawasan ini juga terkenal dengan aktivitas penambangan belerang tradisional yang masih berlangsung hingga kini. Kompleks gunung api Ijen menyimpan berbagai fenomena geologi menarik yang menjadikannya salah satu kawasan vulkanik paling penting di Indonesia sekaligus destinasi wisata favorit wisatawan domestik maupun mancanegara. Selengkapnya

8. Geopark Maros-Pangkep

Maros-Pangkep merupakan kawasan karst yang termasuk terbesar dan terindah di dunia. Selain memiliki nilai geologi yang tinggi, geopark ini juga menyimpan sejumlah situs prasejarah penting berupa lukisan dinding gua yang berusia puluhan ribu tahun. Kombinasi antara warisan geologi, arkeologi, dan keanekaragaman hayati menjadikan Maros-Pangkep sebagai salah satu geopark paling istimewa di Indonesia. Selengkapnya

9. Geopark Merangin

Geopark Merangin Jambi terkenal karena menyimpan fosil flora purba yang berumur sekitar 300 juta tahun. Fosil-fosil tersebut menjadi bukti penting sejarah geologi kawasan Sumatra dan sering menjadi objek penelitian ilmiah. Selain warisan geologi, geopark ini juga memiliki bentang alam berupa sungai, hutan tropis, dan perbukitan yang mendukung perkembangan wisata berbasis alam. Selengkapnya

10. Geopark Raja Ampat

Nama Raja Ampat selama ini identik dengan surga bawah laut dunia. Namun di balik kekayaan lautnya, kawasan ini juga memiliki nilai geologi yang luar biasa. Gugusan pulau-pulau karst yang menjulang dari laut menjadi bukti proses pembentukan bumi yang berlangsung selama jutaan tahun. Kombinasi geologi dan biodiversitas menjadikan Raja Ampat salah satu geopark paling terkenal di dunia. Selengkapnya

11. Geopark Kebumen

Geopark Kebumen, yang secara resmi bernama Geopark Karangsambung-Karangbolong, merupakan kawasan yang sangat penting dalam kajian geologi Indonesia. Wilayah ini menyimpan rekaman lengkap proses tumbukan lempeng tektonik yang membentuk Pulau Jawa. Berbagai jenis batuan dari dasar samudra hingga pegunungan dapat ditemukan di kawasan ini, menjadikannya laboratorium geologi alam yang telah dikenal sejak lama. Selengkapnya

12. Geopark Meratus

Geopark Meratus mencakup kawasan Pegunungan Meratus yang menjadi salah satu bentang alam tertua di Kalimantan. Kawasan ini menyimpan batuan purba yang mencatat sejarah pembentukan Pulau Kalimantan selama ratusan juta tahun. Selain kekayaan geologinya, Meratus juga menjadi rumah bagi masyarakat adat Dayak Meratus yang masih mempertahankan berbagai tradisi dan kearifan lokal hingga sekarang. Selengkapnya

Pengakuan UNESCO dan Tantangan Masa Depan

Pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark bukanlah status permanen. Setiap geopark wajib menjalani evaluasi berkala untuk memastikan bahwa prinsip konservasi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan tetap dijalankan. UNESCO menilai berbagai aspek, mulai dari perlindungan warisan geologi, keterlibatan masyarakat lokal, pengelolaan pariwisata, hingga program edukasi yang dilakukan oleh pengelola kawasan.

Karena itu, keberhasilan Indonesia memiliki 12 UNESCO Global Geopark tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga membawa tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas pengelolaannya. Di tengah meningkatnya popularitas geowisata, tantangan utama adalah menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pemanfaatan ekonomi. Pengembangan wisata yang tidak terkendali berpotensi mengancam kelestarian geosite yang menjadi aset utama geopark.

Di sisi lain, geopark juga membuka peluang besar bagi masyarakat setempat. Kehadiran wisatawan dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro, industri kreatif, pemandu wisata, hingga produk budaya lokal. Jika dikelola dengan baik, geopark dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan warisan alam.

Dengan 12 UNESCO Global Geopark yang dimiliki hingga tahun 2026, Indonesia semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat keragaman geologi dunia. Dari Kaldera Toba di Sumatra hingga Raja Ampat di Papua, setiap geopark menyimpan cerita unik tentang perjalanan bumi yang berlangsung selama jutaan tahun. Kekayaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bangsa, tetapi juga warisan dunia yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua