Status UNESCO Global Geopark menjadi bukti bahwa suatu kawasan tidak hanya memiliki bentang alam yang unik, tetapi juga mampu mengintegrasikan pelestarian lingkungan, pengembangan wisata berkelanjutan, dan pelestarian budaya lokal. Pengakuan ini juga menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan geologi Nusantara kepada dunia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis geowisata.
Pada tahun 2025, Indonesia menambah dua anggota baru dalam jaringan UNESCO Global Geopark, yakni Geopark Kebumen dan Geopark Meratus. Dengan penambahan tersebut, hingga tahun 2026 Indonesia memiliki total 12 UNESCO Global Geopark yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Masing-masing geopark menyimpan kisah panjang perjalanan bumi selama jutaan bahkan ratusan juta tahun yang tercermin melalui gunung api, karst, fosil purba, pegunungan, hingga gugusan pulau karang tropis.
1. Geopark Batur (Bali)
Geopark Batur merupakan UNESCO Global Geopark pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan pada tahun 2012. Kawasan ini berpusat pada Kaldera Batur yang terbentuk akibat aktivitas vulkanik purba. Lanskapnya didominasi Gunung Batur dan Danau Batur yang menjadi salah satu ikon wisata Bali. Selain nilai geologinya yang tinggi, kawasan ini juga mempertahankan tradisi masyarakat Bali Aga yang telah hidup berdampingan dengan lingkungan vulkanik selama berabad-abad.
2. Geopark Gunung Sewu (DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur)
Geopark Gunung Sewu dikenal sebagai salah satu bentang alam karst tropis terbaik di dunia. Ribuan bukit kapur, gua, dan sungai bawah tanah membentuk lanskap unik yang membentang di tiga provinsi. Kawasan ini menjadi bukti proses geologi yang berlangsung selama jutaan tahun sekaligus berfungsi sebagai penyimpan air alami yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat di kawasan selatan Pulau Jawa.
3. Geopark Ciletuh-Palabuhanratu (Jawa Barat)
Terletak di Kabupaten Sukabumi, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menyimpan jejak penting evolusi geologi Pulau Jawa. Kawasan ini terkenal dengan amfiteater alam raksasa yang dikelilingi tebing, perbukitan, dan sejumlah air terjun. Berbagai formasi batuan tua yang tersingkap di wilayah ini menjadi objek penelitian geologi sekaligus daya tarik wisata yang semakin populer di tingkat internasional.
4. Geopark Rinjani-Lombok (Nusa Tenggara Barat)
Geopark Rinjani-Lombok berpusat pada Gunung Rinjani yang menjulang setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini memiliki beragam fenomena geologi menarik, termasuk Danau Segara Anak yang berada di dalam kaldera. Selain menyajikan panorama alam yang spektakuler, geopark ini juga memperlihatkan hubungan erat antara lingkungan alam dan budaya masyarakat Sasak yang telah berkembang selama ratusan tahun.
5. Geopark Kaldera Toba (Sumatra Utara)
Kaldera Toba merupakan salah satu situs geologi paling terkenal di dunia. Danau Toba terbentuk akibat letusan supervulkan sekitar 74.000 tahun lalu yang menghasilkan kaldera raksasa berukuran sekitar 100 kilometer. Peristiwa tersebut diyakini sebagai salah satu letusan terbesar dalam sejarah bumi. Selain menjadi laboratorium alam bagi para ilmuwan, kawasan ini juga merupakan pusat kebudayaan masyarakat Batak.
6. Geopark Belitong (Kepulauan Bangka Belitung)
Geopark Belitong terkenal berkat hamparan batuan granit raksasa yang menghiasi pantai-pantainya. Batuan tersebut terbentuk melalui proses geologi yang sangat panjang dan menjadi ciri khas utama lanskap Belitung. Keindahan alamnya yang berpadu dengan sejarah pertambangan timah serta budaya maritim masyarakat setempat menjadikan geopark ini memiliki nilai yang unik dan berbeda dari kawasan lainnya.
7. Geopark Ijen (Jawa Timur)
Geopark Ijen dikenal karena keberadaan Kawah Ijen yang memiliki danau asam terbesar di dunia. Kawasan ini juga terkenal dengan aktivitas penambangan belerang tradisional yang masih berlangsung hingga kini. Kompleks gunung api Ijen menyimpan berbagai fenomena geologi menarik yang menjadikannya salah satu kawasan vulkanik paling penting di Indonesia sekaligus destinasi wisata favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.
8. Geopark Maros-Pangkep (Sulawesi Selatan)
Maros-Pangkep merupakan kawasan karst yang termasuk terbesar dan terindah di dunia. Selain memiliki nilai geologi yang tinggi, geopark ini juga menyimpan sejumlah situs prasejarah penting berupa lukisan dinding gua yang berusia puluhan ribu tahun. Kombinasi antara warisan geologi, arkeologi, dan keanekaragaman hayati menjadikan Maros-Pangkep sebagai salah satu geopark paling istimewa di Indonesia.
9. Geopark Merangin Jambi (Jambi)
Geopark Merangin Jambi terkenal karena menyimpan fosil flora purba yang berumur sekitar 300 juta tahun. Fosil-fosil tersebut menjadi bukti penting sejarah geologi kawasan Sumatra dan sering menjadi objek penelitian ilmiah. Selain warisan geologi, geopark ini juga memiliki bentang alam berupa sungai, hutan tropis, dan perbukitan yang mendukung perkembangan wisata berbasis alam.
10. Geopark Raja Ampat (Papua Barat Daya)
Nama Raja Ampat selama ini identik dengan surga bawah laut dunia. Namun di balik kekayaan lautnya, kawasan ini juga memiliki nilai geologi yang luar biasa. Gugusan pulau-pulau karst yang menjulang dari laut menjadi bukti proses pembentukan bumi yang berlangsung selama jutaan tahun. Kombinasi geologi dan biodiversitas menjadikan Raja Ampat salah satu geopark paling terkenal di dunia.
11. Geopark Kebumen (Jawa Tengah)
Geopark Kebumen, yang secara resmi bernama Geopark Karangsambung-Karangbolong, merupakan kawasan yang sangat penting dalam kajian geologi Indonesia. Wilayah ini menyimpan rekaman lengkap proses tumbukan lempeng tektonik yang membentuk Pulau Jawa. Berbagai jenis batuan dari dasar samudra hingga pegunungan dapat ditemukan di kawasan ini, menjadikannya laboratorium geologi alam yang telah dikenal sejak lama.
12. Geopark Meratus (Kalimantan Selatan)
Geopark Meratus mencakup kawasan Pegunungan Meratus yang menjadi salah satu bentang alam tertua di Kalimantan. Kawasan ini menyimpan batuan purba yang mencatat sejarah pembentukan Pulau Kalimantan selama ratusan juta tahun. Selain kekayaan geologinya, Meratus juga menjadi rumah bagi masyarakat adat Dayak Meratus yang masih mempertahankan berbagai tradisi dan kearifan lokal hingga sekarang.
Pengakuan UNESCO dan Tantangan Masa Depan
Pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark bukanlah status permanen. Setiap geopark wajib menjalani evaluasi berkala untuk memastikan bahwa prinsip konservasi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan tetap dijalankan. UNESCO menilai berbagai aspek, mulai dari perlindungan warisan geologi, keterlibatan masyarakat lokal, pengelolaan pariwisata, hingga program edukasi yang dilakukan oleh pengelola kawasan.
Karena itu, keberhasilan Indonesia memiliki 12 UNESCO Global Geopark tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga membawa tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas pengelolaannya. Di tengah meningkatnya popularitas geowisata, tantangan utama adalah menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pemanfaatan ekonomi. Pengembangan wisata yang tidak terkendali berpotensi mengancam kelestarian geosite yang menjadi aset utama geopark.
Di sisi lain, geopark juga membuka peluang besar bagi masyarakat setempat. Kehadiran wisatawan dapat mendorong pertumbuhan usaha mikro, industri kreatif, pemandu wisata, hingga produk budaya lokal. Jika dikelola dengan baik, geopark dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan warisan alam.
Dengan 12 UNESCO Global Geopark yang dimiliki hingga tahun 2026, Indonesia semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat keragaman geologi dunia. Dari Kaldera Toba di Sumatra hingga Raja Ampat di Papua, setiap geopark menyimpan cerita unik tentang perjalanan bumi yang berlangsung selama jutaan tahun. Kekayaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bangsa, tetapi juga warisan dunia yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:51 WIB
Istana Nusantara
18 Jun 2026, 11:50 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:13 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:12 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:11 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 7:10 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
17 Jun 2026, 4:55 WIB
Festival Budaya
16 Jun 2026, 22:00 WIB
Geopark
16 Jun 2026, 17:43 WIB
Geosite
15 Jun 2026, 20:28 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Peristiwa
15 Jun 2026, 6:08 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:59 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:58 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:51 WIB
Festival Budaya
14 Jun 2026, 12:50 WIB