Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
DI Yogyakarta
»
Desa Wisata


Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Foto: Pengunjung dapat belajar membatik, menari, bermain gamelan, hingga bercocok tanam dan membajak sawah.
Warta Konsumen Indonesia

Sleman, Indonesianer.com -- Desa Wisata Pulesari adalah destinasi wisata edukasi, alam, dan budaya tradisi di lereng barat Gunung Merapi, Yogyakarta. Terkenal dengan wisata sungai dan outbound-nya, kawasan ini dikelola langsung oleh warga lokal dengan konsep gotong royong.

Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata modern, desa wisata tetap memiliki daya tarik tersendiri. Bukan karena menawarkan kemewahan atau bangunan megah, melainkan pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, alam, serta budaya lokal. Salah satu desa wisata yang berhasil memadukan ketiga unsur tersebut adalah Desa Wisata Pulesari di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berada di kawasan lereng selatan Gunung Merapi, desa ini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata berbasis masyarakat yang paling dikenal di Yogyakarta.

Desa Wisata Pulesari terletak di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, sekitar 20 kilometer di utara pusat Kota Yogyakarta. Perjalanan menuju desa ini memakan waktu sekitar 45 menit hingga satu jam, melewati jalan yang diapit hamparan sawah, kebun salak, serta pemandangan pegunungan yang menyejukkan mata. Udara yang lebih sejuk dibanding kawasan perkotaan menjadi kesan pertama yang dirasakan wisatawan saat tiba.

Nama Pulesari berasal dari dua kata, yaitu pule, nama pohon yang dahulu banyak tumbuh di wilayah tersebut, dan sari yang berarti inti atau keindahan. Nama tersebut seolah menggambarkan karakter desa yang masih mempertahankan keseimbangan antara alam dan kehidupan masyarakat. Hingga kini, suasana pedesaan masih sangat terasa. Aktivitas pertanian, kebun salak pondoh, jalan-jalan kecil yang teduh, serta keramahan warga menjadi bagian dari pengalaman yang sulit ditemukan di kawasan wisata perkotaan.

Desa Wisata Pulesari mulai berkembang sebagai destinasi wisata sekitar awal dekade 2010-an melalui inisiatif masyarakat. Berbeda dengan tempat wisata yang dibangun oleh investor besar, pengelolaan desa wisata ini dilakukan secara gotong royong oleh warga. Penduduk setempat menjadi pemandu wisata, pengelola homestay, penyedia konsumsi, hingga instruktur berbagai kegiatan edukasi. Model seperti ini membuat manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

Perkembangan tersebut tidak terjadi secara instan. Warga secara bertahap membangun fasilitas pendukung, menyusun paket wisata, meningkatkan kemampuan pelayanan, serta menjaga kelestarian lingkungan. Hasilnya, Desa Wisata Pulesari kini menjadi salah satu contoh keberhasilan pengembangan desa wisata berbasis masyarakat yang sering dijadikan rujukan bagi daerah lain.

Daya tarik utama desa ini bukan hanya panorama alamnya, tetapi pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung. Wisatawan diajak untuk menjadi bagian dari kehidupan desa, bukan sekadar menjadi penonton. Konsep inilah yang membuat Pulesari memiliki karakter yang berbeda dibanding objek wisata konvensional.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua