Warta Konsumen Indonesia
Warta Konsumen Indonesia
Home
»
DI Yogyakarta
»
Desa Wisata


Ekowisata Pancoh, Menikmati Harmoni Alam, Pertanian dan Kehidupan Desa

Foto: Wisatawan dapat belajar bercocok tanam, membajak sawah, memberi makan hewan ternak, hingga memanen salak pondoh yang menjadi komoditas utama daerah ini
Warta Konsumen Indonesia

Sleman, Indonesianer.com -- Desa Ekowisata Pancoh adalah sebuah desa wisata edukasi berbasis lingkungan dan budaya yang terletak di kaki Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Pancoh, Girikerto, Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di lereng selatan Gunung Merapi, terdapat sebuah desa wisata yang menawarkan pengalaman berbeda dari kebanyakan destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika sebagian wisatawan mengenal Yogyakarta melalui Malioboro, Keraton, atau Candi Prambanan, maka mereka yang mencari ketenangan dan kedekatan dengan alam biasanya akan mengarahkan perjalanan ke wilayah Turi, Kabupaten Sleman. Di kawasan inilah berdiri Ekowisata Pancoh, sebuah destinasi berbasis masyarakat yang memadukan keindahan pedesaan, pelestarian lingkungan, serta aktivitas edukatif dalam satu paket wisata yang menyenangkan.

Ekowisata Pancoh berada di Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, sekitar 20 kilometer di utara Kota Yogyakarta. Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 45 hingga 60 menit dengan kendaraan bermotor. Sepanjang perjalanan, pemandangan perlahan berubah dari kawasan perkotaan menjadi hamparan sawah, kebun salak, dan latar belakang Gunung Merapi yang menjulang megah. Suasana yang sejuk dan jauh dari hiruk pikuk kota menjadi daya tarik pertama yang langsung dirasakan para pengunjung.

Nama Pancoh sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu desa wisata berbasis ekowisata di Sleman. Berbeda dengan objek wisata yang dibangun dengan banyak wahana buatan, Ekowisata Pancoh justru mengandalkan kekayaan alam dan kehidupan masyarakat sebagai daya tarik utama. Wisatawan diajak menikmati desa sebagaimana adanya, dengan berbagai aktivitas yang memberi kesempatan untuk belajar sekaligus berinteraksi langsung dengan warga setempat.

Konsep ekowisata yang diterapkan di Pancoh berangkat dari semangat menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal. Oleh karena itu, hampir seluruh aktivitas wisata dirancang agar tidak merusak alam, melainkan memperkenalkan pentingnya menjaga sumber daya yang dimiliki desa.

Salah satu daya tarik utama Ekowisata Pancoh adalah bentang alamnya yang masih alami. Sungai-sungai kecil yang mengalir jernih membelah area persawahan dan perkebunan, menciptakan suasana yang tenang sekaligus menyegarkan. Pepohonan yang rindang menghadirkan udara sejuk sepanjang hari, sementara suara gemericik air dan kicauan burung menjadi musik alami yang menemani perjalanan wisata.

Kondisi geografis tersebut tidak terlepas dari letaknya yang berada di kawasan lereng Merapi. Material vulkanik yang dihasilkan gunung berapi selama ribuan tahun menjadikan tanah di wilayah ini sangat subur. Kesuburan inilah yang memungkinkan masyarakat mengembangkan berbagai komoditas pertanian, termasuk tanaman padi, sayuran, dan terutama salak pondoh yang telah menjadi ikon kawasan Turi.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Sorotan


Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Ngumbai Lawok, Tradisi Pesisir Lampung yang Menyatukan Laut, Doa, dan Kebersamaan

Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Jejak Peradaban Tolaki, Warisan Budaya Sulawesi Tenggara yang Tetap Hidup di Tengah Perubahan

Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Jejak Kearifan Tolaki dalam Laikas, Rumah Adat Tradisional Sulawesi Tenggara

Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Menyusuri Adat dan Budaya Lampung, Warisan Leluhur di Gerbang Pulau Sumatra

Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Warna-Warni Adat dan Budaya Sulawesi Utara yang Menjaga Harmoni di Ujung Utara Nusantara

Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB

Pilihan Redaksi

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Mie Bangka, Semangkuk Warisan Kuliner yang Selalu Dirindukan

Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Lempah Kuning, Semangkuk Kehangatan Khas Bangka Belitung yang Selalu Menggugah Selera

Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Mentilin Sang Primata Nokturnal yang Menjaga Hutan Kepulauan Bangka Belitung

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Warisan Adat dan Budaya Melayu Riau yang Tetap Lestari dari Masa ke Masa

Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Menyelami Adat dan Budaya Maluku, Warisan Hidup dari Timur Nusantara

Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB

Baca Juga

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Menyusuri Hutan Tropis Bersama Jelarang Jawa, Tupai Raksasa yang Kian Langka

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Kasuari Kerdil Papua, Penjaga Sunyi Hutan Tropis yang Jarang Terlihat

Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Mengungkap Amorphophallus Titanum, Bunga Bangkai Raksasa dari Hutan Sumatra yang Kian Terancam

Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Menelusuri Jejak Benteng Fort Willem I Ambarawa, Saksi Bisu Pergantian Zaman

Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Blue Lagoon Tirta Budi, Oase Mata Air Jernih yang Selalu Menggoda untuk Dikunjungi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB

Berita Lainnya

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Kampoeng Sedjarah Kelor, Menyusuri Jejak Perjuangan di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata Gubugklakah, Gerbang Hijau Menuju Pesona Bromo Tengger Semeru

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata Cibuntu, Perpaduan Alam Budaya dan Sejarah di Lereng Gunung Ciremai

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata Pemuteran Buleleng Bali, Perpaduan Keindahan Laut, Konservasi dan Budaya

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata Pulesari, Perpaduan Alam, Budaya dan Edukasi di Lereng Merapi

Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:36 WIB

Taman Nasional
Lihat Semua
Benteng Kolonial
Lihat Semua