Di lereng selatan Gunung Merapi, terdapat sebuah desa wisata yang menawarkan pengalaman berbeda dari kebanyakan destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jika sebagian wisatawan mengenal Yogyakarta melalui Malioboro, Keraton, atau Candi Prambanan, maka mereka yang mencari ketenangan dan kedekatan dengan alam biasanya akan mengarahkan perjalanan ke wilayah Turi, Kabupaten Sleman. Di kawasan inilah berdiri Ekowisata Pancoh, sebuah destinasi berbasis masyarakat yang memadukan keindahan pedesaan, pelestarian lingkungan, serta aktivitas edukatif dalam satu paket wisata yang menyenangkan.
Ekowisata Pancoh berada di Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, sekitar 20 kilometer di utara Kota Yogyakarta. Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 45 hingga 60 menit dengan kendaraan bermotor. Sepanjang perjalanan, pemandangan perlahan berubah dari kawasan perkotaan menjadi hamparan sawah, kebun salak, dan latar belakang Gunung Merapi yang menjulang megah. Suasana yang sejuk dan jauh dari hiruk pikuk kota menjadi daya tarik pertama yang langsung dirasakan para pengunjung.
Nama Pancoh sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu desa wisata berbasis ekowisata di Sleman. Berbeda dengan objek wisata yang dibangun dengan banyak wahana buatan, Ekowisata Pancoh justru mengandalkan kekayaan alam dan kehidupan masyarakat sebagai daya tarik utama. Wisatawan diajak menikmati desa sebagaimana adanya, dengan berbagai aktivitas yang memberi kesempatan untuk belajar sekaligus berinteraksi langsung dengan warga setempat.
Konsep ekowisata yang diterapkan di Pancoh berangkat dari semangat menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal. Oleh karena itu, hampir seluruh aktivitas wisata dirancang agar tidak merusak alam, melainkan memperkenalkan pentingnya menjaga sumber daya yang dimiliki desa.
Salah satu daya tarik utama Ekowisata Pancoh adalah bentang alamnya yang masih alami. Sungai-sungai kecil yang mengalir jernih membelah area persawahan dan perkebunan, menciptakan suasana yang tenang sekaligus menyegarkan. Pepohonan yang rindang menghadirkan udara sejuk sepanjang hari, sementara suara gemericik air dan kicauan burung menjadi musik alami yang menemani perjalanan wisata.
Kondisi geografis tersebut tidak terlepas dari letaknya yang berada di kawasan lereng Merapi. Material vulkanik yang dihasilkan gunung berapi selama ribuan tahun menjadikan tanah di wilayah ini sangat subur. Kesuburan inilah yang memungkinkan masyarakat mengembangkan berbagai komoditas pertanian, termasuk tanaman padi, sayuran, dan terutama salak pondoh yang telah menjadi ikon kawasan Turi.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:51 WIB