Di Pulau Halmahera, pulau terbesar di Provinsi Maluku Utara, terbentang sebuah kawasan konservasi yang menjadi rumah bagi berbagai spesies langka dan endemik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Taman Nasional Aketajawe Lolobata merupakan taman nasional terbesar di Maluku Utara sekaligus salah satu kawasan terpenting bagi konservasi keanekaragaman hayati di wilayah Wallacea.
Kawasan ini melindungi hutan hujan tropis yang masih luas dan relatif utuh, mulai dari dataran rendah hingga pegunungan. Keberadaan hutan tersebut sangat penting karena menjadi habitat berbagai jenis burung endemik, mamalia, reptil, dan tumbuhan khas Halmahera yang berkembang secara terisolasi selama jutaan tahun.
Bagi para ilmuwan, Aketajawe Lolobata merupakan laboratorium alam yang sangat berharga. Sementara bagi pecinta alam, kawasan ini menawarkan pengalaman menjelajahi salah satu hutan tropis paling liar dan alami yang masih tersisa di Indonesia.
Sejarah dan Pembentukan Taman Nasional
Sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, kawasan Aketajawe dan Lolobata telah lama dikenal sebagai wilayah dengan nilai konservasi yang sangat tinggi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Halmahera memiliki tingkat endemisitas yang luar biasa, terutama untuk kelompok burung.
Untuk melindungi kekayaan hayati tersebut, pemerintah Indonesia menetapkan kawasan ini sebagai taman nasional pada tahun 2004.
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 6:08 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:59 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:58 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:51 WIB
Festival Budaya
14 Jun 2026, 12:50 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:48 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:47 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:42 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 10:33 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:19 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:17 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 8:52 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 20:08 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:45 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:33 WIB