Meskipun lebih terkenal karena burungnya, taman nasional ini juga melindungi berbagai jenis mamalia dan reptil yang unik. Beberapa jenis Kuskus Halmahera hidup di hutan-hutan taman nasional dan aktif pada malam hari. Mamalia berkantung ini merupakan salah satu contoh pengaruh fauna Australis di wilayah Wallacea.
Selain kuskus, terdapat berbagai jenis kelelawar, tikus endemik, biawak, ular, dan amfibi yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Karena banyak spesies yang hanya ditemukan di Halmahera, kawasan ini memiliki nilai konservasi yang sangat tinggi di tingkat global.
Kekayaan Flora Halmahera
Taman Nasional Aketajawe Lolobata juga menyimpan kekayaan flora tropis yang luar biasa. Berbagai jenis pohon besar, rotan, anggrek, paku-pakuan, dan tumbuhan obat tumbuh di hutan-hutan kawasan ini.
Sebagian tumbuhan memiliki hubungan evolusi yang unik karena berkembang di lingkungan kepulauan yang terisolasi selama jutaan tahun. Keberadaan flora tersebut tidak hanya penting bagi ekosistem, tetapi juga menjadi sumber makanan dan habitat bagi berbagai satwa liar yang hidup di dalam kawasan.
Hutan yang sehat memungkinkan seluruh rantai kehidupan di taman nasional tetap berjalan dengan baik.
Festival Budaya
15 Jun 2026, 10:29 WIB
Festival Budaya
15 Jun 2026, 6:08 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 13:00 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:59 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:58 WIB
Desa Wisata
14 Jun 2026, 12:51 WIB
Festival Budaya
14 Jun 2026, 12:50 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:48 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:47 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 10:42 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 10:33 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:19 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:18 WIB
Festival Budaya
12 Jun 2026, 9:17 WIB
Desa Wisata
12 Jun 2026, 8:52 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 20:08 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:45 WIB
Humaniora
10 Jun 2026, 19:33 WIB