Burung ini hanya hidup secara alami di Pulau Sulawesi. Persebarannya meliputi berbagai kawasan hutan dataran rendah hingga kaki pegunungan yang masih terhubung dengan lokasi peneluran. Maleo membutuhkan dua habitat sekaligus, yakni hutan sebagai tempat mencari makan dan kawasan berpasir panas atau pantai berpasir sebagai lokasi bertelur.
Setiap pagi, maleo mencari berbagai jenis makanan seperti buah-buahan hutan, biji-bijian, serangga, semut, rayap, siput kecil, hingga berbagai invertebrata lain yang ditemukan di lantai hutan. Perannya sebagai penyebar biji membuat burung ini memiliki kontribusi penting dalam menjaga regenerasi vegetasi hutan Sulawesi.
Yang paling mengagumkan tentu saja proses reproduksinya. Maleo hidup dalam pasangan yang cenderung setia. Ketika musim bertelur tiba, pasangan maleo dapat menempuh perjalanan beberapa kilometer dari hutan menuju lokasi peneluran yang sama setiap tahun.
Setibanya di lokasi, kedua induk bekerja sama menggali lubang sedalam sekitar setengah hingga satu meter. Lubang tersebut dipilih dengan sangat cermat agar memiliki suhu ideal. Setelah satu butir telur diletakkan, lubang kemudian ditutup kembali menggunakan pasir hingga tampak seperti permukaan alami.
Berbeda dengan burung lain, kedua induk langsung meninggalkan telur tersebut. Tidak ada proses mengerami maupun memberi makan anak setelah menetas. Seluruh proses inkubasi sepenuhnya mengandalkan panas bumi dari aktivitas geotermal atau panas matahari yang tersimpan di dalam pasir.
Telur maleo sendiri termasuk salah satu yang terbesar di dunia jika dibandingkan ukuran tubuh induknya. Bobotnya bisa mencapai lima kali lebih besar dibanding telur ayam kampung. Kandungan kuning telur yang sangat besar menjadi bekal energi bagi anak maleo ketika berkembang di dalam cangkang.
Geopark Matano Selangkah Lagi Menjadi Warisan Geologi Nasional Danau Purba Indonesia
26 Jun 2026, 14:12 WIB
Purbakala
26 Jun 2026, 8:10 WIB
Peristiwa
26 Jun 2026, 7:26 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:57 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:52 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:46 WIB
Rumah Adat
25 Jun 2026, 9:17 WIB
Purbakala
24 Jun 2026, 22:16 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:23 WIB
Peristiwa
24 Jun 2026, 12:00 WIB
Museum
21 Jun 2026, 17:30 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:53 WIB
Purbakala
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:52 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:50 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:49 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 7:48 WIB
Festival Budaya
21 Jun 2026, 7:46 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:39 WIB
Istana Nusantara
21 Jun 2026, 7:38 WIB
Desa Wisata
21 Jun 2026, 6:56 WIB