Setelah sekitar dua hingga tiga bulan, anak maleo memecahkan cangkangnya sendiri. Perjuangan belum selesai karena ia masih harus menggali pasir hingga mencapai permukaan. Proses ini bisa berlangsung berjam-jam bahkan lebih dari satu hari.
Yang mengagumkan, sesaat setelah berhasil keluar dari dalam pasir, anak maleo sudah mampu berjalan, berlari, bahkan terbang. Tidak ada induk yang menunggu ataupun melindunginya. Naluri alaminya langsung membawa anak maleo menuju hutan untuk memulai kehidupan secara mandiri.
Fenomena tersebut menjadi salah satu contoh adaptasi evolusi paling unik di dunia burung. Strategi ini memang mengurangi kebutuhan induk untuk merawat anak, tetapi juga membuat telur sangat rentan terhadap predator maupun manusia.
Selain unik dalam berkembang biak, maleo juga dikenal sebagai burung yang pemalu. Mereka lebih sering berjalan di atas tanah dibandingkan terbang. Ketika merasa terganggu, maleo memilih berlari memasuki semak sebelum akhirnya terbang dalam jarak pendek menuju tempat yang lebih aman.
Keberadaan lokasi peneluran juga menjadi bagian penting dalam siklus hidup spesies ini. Banyak lokasi peneluran telah digunakan selama ratusan bahkan ribuan tahun. Oleh sebab itu, hilangnya satu kawasan peneluran dapat berdampak besar terhadap keberlangsungan populasi maleo di wilayah tersebut.
Menjaga Ikon Satwa Sulawesi untuk Masa Depan
Tradisi 13 Jul 2026, 11:59 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 17:35 WIB
Rumah Adat 12 Jul 2026, 17:18 WIB
Tradisi 12 Jul 2026, 16:53 WIB
Tradisi 06 Jul 2026, 12:16 WIB
Kuliner 06 Jul 2026, 10:23 WIB
Kuliner 05 Jul 2026, 16:51 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 16:50 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:53 WIB
Tradisi 05 Jul 2026, 12:52 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:42 WIB
Ragam Fauna 05 Jul 2026, 12:32 WIB
Aneka Flora 29 Jun 2026, 15:38 WIB
Benteng Kolonial 29 Jun 2026, 12:17 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:46 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:45 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:43 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:41 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:39 WIB
Desa Wisata 26 Jun 2026, 16:37 WIB